Rss

Archives for : article

Menumbuhkan Cinta Suami Istri

Bagi pengantin baru, kadang ada rasa canggung dan ragu, apakah suami telah mencintainya. Dan jika ia pengantin pria, apakah istri telah mencintainya. Ini pula yang dialami oleh seorang laki-laki dari Bani Balja’ah. Ia baru saja menikah, tetapi ia khawatir istrinya tidak mencintainya. Lalu ia pun menemui Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, sahabat Nabi yang tidak diragukan keilmuannya.

“Aku baru saja menikah dengan seorang gadis,” kata lelaki itu kepada Abdullah bin Mas’ud, “tetapi aku takut ia tidak mencintaiku”

Abdullah bin Mas’ud lantas memberinya solusi, “Rasa cinta itu berasal dari Allah dan rasa benci itu datangnya dari setan untuk menimbulkan kebencian terhadap apa yang telah dihalalkan Allah. Karena itu, jika engkau menemuinya, ajaklah ia shalat dua raka’at di belakangmu, lalu bacalah doa:

اللهم بارك لي في أهلي وبارك لهم في اللهم ارزقني منهم وارزقهم مني اللهم اجمع بيننا ما جمعت إلى خير وفرق بيننا إذا فرقت إلى خير

Ya Allah berkahilah aku pada keluargaku dan berkahilah mereka pada diriku. Ya Allah, karuniailah aku rezeki karena keluargaku dan karuniailah mereka rezeki karena diriku. Ya Allah, satukanlah kami selama itu demi kebaikan dan pisahkanlah kami selama itu demi kebaikan”

Dalam kesempatan yang berbeda, Abu Dzar Al Ghifari radhiyallahu ‘anhu juga menasehatkan hal senada. “Ajaklah istrimu shalat dua rakaat di belakangmu, kemudian peganglah ubun-ubunnya dan mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya”

Doa yang dimaksudkan Abu Dzar adalah doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa (HR. Abu Daud)

Demikianlah resep menumbuhkan cinta suami istri dari sahabat Nabi. Generasi terbaik itu sadar betul bahwa cinta adalah anugerah Allah. Cinta berasal dari Allah dan Allah-lah yang kuasa membuat hati seseorang mencintai istri atau suaminya. Maka jika suami istri ingin saling mencintai, mintalah kepada Allah. Rumus ini tidak hanya berlaku bagi pengantin baru, tetapi juga berlaku untuk pasangan suami istri yang telah menikah sekian tahun lamanya. Jika istri merasa suaminya kurang mencintainya, jika suami merasa istrinya kurang mencintai dirinya, maka berdoalah kepada Allah. Mintalah kepadaNya.

Di samping itu, tumbuhkanlah suasana spiritual di dalam rumah tangga. Beribadah bersama. Insya Allah doa lebih terijabah karenanya dan cinta pun bersemi dengan indahnya

 

sumber: keluargacinta

Komplikasi Pernikahan

Hijapedia-Its-Your-Community-63

Barangkali ini adalah tulisan untuk meluruskan adanya pendapat parsial tentang pernikahan. Ada banyak saudara-saudara kita yang melihat pernikahan dengan sebelah mata atau bahkan sambil memejamkannya, tanpa mau menyaksamai dengan menyeluruh.

Alhasil, parsialnya sudut pandang yang digunakan ini berakibat fatal. Dalam tahap kritis, sebab keparsialannya itu, cerai adalah akibat terburuk saat pernikahan baru berumur jagung. Mengenaskan, bukan?

Cara kerja pandangan ini ada pada perbedaan drastis antara ekspektasi dengan fakta. Ketika keduanya berbeda amat jauh, kemudian pelakunya tak bisa menyikapinya dengan bijak, biduk pernikahan itu pun bisa langsung hancur meski angin dan ombak yang menghampiri amat jauh dari kriteria tuk layak disebut badai.

Umumnya, keparsialan pandangan yang berujung pada salah paham ini terdapat pada tiga tempat. Sebelum, ketika dan setelah menikah. “Sebelum” bisa bermakna jauh-jauh hari atau mendekati, “ketika” adalah msa dimulainya akad nikah dan beberapa waktu setelahnya, sedangkan “setelah” merupakan masa ketika biduk rumah tangga telah berjalan melalui berbagai pelabuhan kehidupan.

SEBELUM PERNIKAHAN
Menikah itu indah. Ia adalah paduan antara taman, bunga, buah, pelangi, bahagia, sumringah, gembira dan sejenisnya. Menikah adalah tentang bulan madu, makan berdua, saling suap, selimut dalam sunyi, tidur tak lagi sendiri, perhatian tanpa batas dan madu-madu lainnya.

Pandangan-pandangan sejenis ini, sama sekali tak salah sepenuhnya. Hanya saja, mereka tak sisakan ruang kecewa di dalamnya. Alhasil, semua pendapat, imajinasi dan pandangan tentang menikah hanya tentang satu kata: bahagia. Padahal faktanya tak selalu seperti itu.

Pernikahan amat picik jika hanya dimaknai dengan satu kata bernama bahagia.

KETIKA PERNIKAHAN
Hari ini, kedua insan serasa menjadi Raja dan Ratunya. Diperhatikan seluruh yang hadir, menjadi bahan perbincangan, senyum menghias bibir, tergambar dalam rona wajah dan gerak tubuh. Ditambah dengan hiasan yang enak dilihat, aroma yang nyaman di-indra dan suara pengiring yang membuat semua hadirin betah tuk tak beranjak. Sempurna.

Suasana bahagia sehari-semalaman itu pun bertahan hingg beberapa pekan. Apalagi dalam romantisme pengantin baru yang biasanya bertahan dalam hitungan bulan, meski ada yang tetap bisa menjaganya hingga usia pernikahannya berbilang puluhan tahun.

SETELAH PERNIKAHAN
Barangkali, bulan madu harus segera berlalu. Ketika kedua pasangan langsung dikaruniai anak, maka tak ada lagi waktu bermalas-malasan, apalagi sekadar tidur-tiduran. Ada anak yang harus dipenuhi kebutuhannya selain istri yang harus diberikan haknya. Seiring berjalannya masa, harus pula dipikirkan tentang rumah bagi kediaman dan kebutuhan pokok lainnya yang tak bisa ditawar.

Belum lagi percikan masalah lain yang mustahil untuk dibincang satu persatu. Tentang pasangan hidup yang ternyata egois dan pemarah, misalnya. Pasangan yang tak sebaik perkiraan sebelumnya, mertua dan keluarga pasangan yang awalnya memang asing dan butuh banyak penyesuaian, serta tetangga-tetangga baru dan banyak lagi persoalan lainnya.

Ketika pun, misalnya, dalam waktu yang lama kedua pasangan tetap belum dikaruniai buah hati, tentulah hal itu menjadi masalah lain. Komentar keluarga pasangan dan tetangga terkait kemandulan diri atau pasangan kita, tidak harmonis, dan lain sebagainya.

Tentu, persoalan tak berhenti sebab banyak hal yang memang harus diselesaikan. Apalagi keberadaan keturunan dalam rumah tangga adalah harapan kebaikan yang dengannya bisa memperbanyak keturunan seeorang.

Begitupun dengan persoalan-persoalan lainnya yang akan senantiasa ada dalam perjalanan pernikahan sepasang manusia. Barangkali, masalah-masalah itu pula yang menjadi salah satu alasan mengapa menikah dijanjikan pahala yang banyak. Sebab ujiannya juga tak ringan.

Maka yang terpenting, lihatlah pernikahan secara menyeluruh dan miliki ilmu sebelum bergegas menggenapkan ibadah muia itu. Bukan soal ujiannya, karena itu kepastian. Bahkan tak menikah pun, ada ujiannya sendiri. Ini lebih pada bagaimana menyikapi ujian pernikahan yang memang akan selalu ada dan bertambah.

Jadi, pernikahan bukan hanya tentang bahagia. Tapi juga tentang sedih yang menyayat hati dan dibutuhkan ilmu tuk menyikapinya.

 

sumber: keluargacinta

Media Sosial Merusak Rumah Tangga

path-app-smartphone

Media sosial -baik itu Facebook, Twitter, Path maupun lainnya- memiliki banyak manfaat sekaligus dapat membawa dampak negatif. Jika tidak disikapi dengan baik, penggunaan media sosial ternyata dapat merusak rumah tangga. Di Amerika Serikat, sebuah survei yang diadakan oleh American Academy of Matrimonial Lawyers bahwa perceraian akibat media sosial meningkat sebanyak 80 persen. Di Indonesia, angka perceraian dengan alasan terkait media sosial juga meningkat dari tahun ke tahun. Di Probolinggo, misalnya. Mulai tahun 2013 muncul kasus cerai karena Facebook. Facebook menjadi pemicu ketidakharmonisan keluarga.

Bagaimana media sosial dapat merusak rumah tangga? Berikut ini 10 cara diantaranya:

LEBIH LAMA BER-MEDIA SOSIAL DARIPADA BERSAMA KELUARGA

Dikutip dari Vemale, di Amerika Serikat ada perceraian karena sang istri suka berlama-lama meng-update media sosial hingga melalaikan anak dan suaminya.

Apakah hal ini juga bisa terjadi di negeri Muslim seperti Indonesia? Sangat mungkin. Sebab ternyata memang ada suami atau istri yang asyik menghabiskan banyak waktu di media sosial, namun terasa terbebani ketika membersamai anak-anak dan pasangan hidupnya. Tentu hal seperti ini dapat merusak rumah tangganya sendiri. Anak-anak menjadi jauh darinya, pasangan hidupnya juga merasa tak lagi dicintai. Padahal, keluarga adalah orang-orang terdekat yang selalu hadir di kala ia membutuhkan. Lihatlah ketika suatu hari ia jatuh sakit. Apakah teman-teman online-nya itu akan hadir membantu dan merawatnya? Tidak. Pada akhirnya yang bersedia 24 jam merawatnya hanyalah pasangan hidup dan anak-anaknya.

MENJADI SARANA SELINGKUH

Ketika media sosial dijadikan sarana selingkuh, maka tunggulah saat-saat kehancuran keluarga. Seorang suami yang berkonsultasi tentang masalahnya di Alkhoirot merasa menyesal telah mengajari istrinya menggunakan Facebook. Sebab dari media sosial itu, istri tersebut tersambung komunikasi dengan mantan pacarnya sewaktu SMA dulu. Dari sana keduanya saling kirim pesan, dan cinta lama bersemi kembali.

Sang suami yang membuka pesan-pesan cinta itu marah. Ia meminta istrinya untuk menghentikan. Tapi sang istri justru berani pergi bersama mantan pacarnya itu. Rumah tangga mereka pun mulai berantakan.

MEMBANGUN KEMESRAAN DI MEDIA SOSIAL

Rumah tangga juga bisa berantakan gara-gara media sosial ketika seorang suami atau istri menggunakan media sosial untuk bermesraan atau mendekati orang lain. Bahkan, meskipun niatnya sekedar berteman.

Seorang istri berinisial S menceritakan bahwa dirinya sebenarnya tidak suka mengomentari status Facebook orang lain. Ia hanya menggunakan Facebook dengan maksud menjalin silaturahim. Namun, suaminya tidak suka dengan hal itu. Suaminya tidak suka dirinya berkomunikasi melalui media sosial terbesar itu, terutama kepada lawan jenisnya. S merasa dirinya tidak bersalah. Keduanya pun bertengkar dan sang suami mengucapkan kata-kata berkonotasi cerai. Khawatir bahwa kalimat itu benar-benar berhukum cerai, S pun mengkonsultasikan hal ini ke konsultasisyariah.com

MENGUMBAR MASALAH RUMAH TANGGA

Rumah tangga juga bisa berantakan ketika suami atau istri mengumbar masalah rumah tangga di media sosial. Agaknya hal ini mudah kita temukan contohnya, baik di Facebook maupun di Twitter. Misalnya seseorang yang membagikan link sebuah berita sambil memberikan catatan, “Enak ya kalau punya suami kayak gini. Suamiku bla bla bla”

Kadang hal seperti itu dipandang sepele. Padahal, tidak ada orang yang suka aibnya dibuka di depan publik. Apalagi oleh istri atau suaminya sendiri. Suami atau istri yang marah karena merasa dilecehkan –dan siapapun bisa membaca media sosial- umumnya akan meluapkan kemarahan itu dengan memarahinya. Terjadilah pertengkaran. Yang lebih parah, jika kemudian berakhir dengan perceraian seperti yang dialami oleh pasutri di Probolinggo pada tahun 2013.

ASYIK DENGAN MEDIA SOSIAL DARIPADA KOMUNIKASI DENGAN SUAMI/ISTRI

Dengan maraknya Smartphone, media sosial juga semakin mudah diakses. Parahnya, sebagian orang ‘kecanduan’ media sosial sehingga mengabaikan komunikasi dengan pasangan hidupnya.

Kadang kala terjadi, seorang suami bertemu dengan istrinya. Dalam satu rumah, satu ruangan, berhadap-hadapan. Tetapi sang suami tidak mempedulikan istrinya yang sedang berbicara karena ia asyik dengan gadgetnya. Ini bisa membuat istri tersinggung dan merasa tidak dihargai. Merasa tidak lagi dicintai. Ini berbahaya. Kalaupun ia tidak melawan, sesungguhnya hatinya terlukai dan cintanya tergerus karena sikap ini. Meskipun tidak sampai cerai, jika dibiasakan, hal ini dapat merenggangkan hubungan keduanya dan mengganggu keharmonisan keluarga.

sumber: keluargacinta

Tentang Bersyukur - Ibu dan Karpet Kotor

ibu-dan-anak-balita-pegang-quran

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik.
Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian,
Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :

“Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan” Ibu itu kemudian menutup matanya.

“Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?” Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah,
mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; “Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi”. Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung
menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas
membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

“Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu”. Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman
dengan visualisasi tsb.

“Sekarang bukalah mata ibu” Ibu itu membuka matanya “Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?”

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Aku tahu maksud anda” ujar sang ibu, “Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif
dapat dilihat secara positif”.

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami
Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang
dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita ‘membingkai ulang’ sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku, bukan dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami
dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena ituartinya saya cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari,karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah,karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya,karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
10. Untuk dst…

 

sumber: FamilyGuideIndonesia

Bila Hati Rindu Menikah

Pemuda itu menangis tersedu-sedu di samping mihrab mesjid. Mushaf ia dekap erat-kuat di dadanya. Sesekali ia mengusap air mata yang meleleh. Ia merasa begitu rapuh dan lemah. Begitu tak berdaya menghadapi seorang wanita. Ia telah tergila-gila pada wanita itu. Senyuman wanita itu bagai purnama di gelap gulita malam. Suara wanita itu laksana nyanyian bidadari yang merasuk ke pori-pori jiwanya. Ia menangisi dirinya yang tak lagi bisa merasakan nikmatnya berzikir. Menangisi hatinya yang tak lagi bisa khusyuk dalam shalat. Menangisi pikirannya yang selalu membawanya terbang ke wanita itu. Oh, sungguh hebat deritanya.

Dulu ia begitu kokoh dan teguh. Orang-orang menganggapnya seorang laki-laki yang punya prinsip dan berkarakter. Apalagi saat orang-orang tahu dia begitu mampu menjaga hubungan dengan wanita, popularitas keshalehannnya semakin dikenal dan menjadi buah bibir. Itu dulu, namun kini ia begitu tak berdaya dan rapuh. Wanita itu betul-betul telah membuatnya terpikat. Seorang wanita yang dalam pandangannya begitu anggun dan sempurna. Cantik, manis, cerdas, hafal al-Qur`an, sopan dan lembut dan lain-lainya. Seorang wanita yang menurutnya layak dijadikan pasangan hidup menuju sorga. Seorang wanita yang semua kriteria calon istri dambaan ia temukan pada dirinya.

Hampir tiap malam ia menangis. Jika dulu, ia menangis di kegelapan malam karena dimabuk rindu pada Sang Pencipta, kini ia menangis karena dimabuk rindu pada makhluk-Nya. Apakah Allah tengah menguji dirinya. Apakah Allah tengah menguji kejujuran cintanya. Ataukah memang sudah waktunya ia menikah. Ia teringat dengan pesan-pesan Ustadznya sebelum berangkat ke Mesir dulu, pesan-pesan yang masih terekam kuat dalam memorinya.

“Anak muda, ketahuilah dalam perjalanmu menuntut ilmu nanti, kamu akan diuji dengan banyak hal, dengan kesusahan hidup, kesulitan biaya, lingkungan, kawan-kawan, dan lainnya. Teguhkan selalu niat di hatimu dan mintalah pertolongan pada Allah setiap waktu. Dan ingatlah, ujian terberat yang akan kamu hadapi nanti adalah wanita, maka berhati-hatilah menghadapi wanita. Jangan pernah mengikuti ajakan nafsu yang menyesatkan.”

“Anak muda, berpacaran yang saat ini banyak digandrungi anak-anak muda adalah sikap laki-laki bermental kerupuk dan pecundang dan tipe wanita yang tak punya harga diri, menjalin hubungan secara syar`i dan menikahi dengan cara-cara yang baik, itulah akhlak seorang laki-laki yang didamba dan sikap seorang wanita calon penghuni surga. Bila godaan itu terasa berat bagimu, berpuasa tak sanggup mengobatimu, maka menikahlah, insya Allah itu lebih berkah dan mengantarkan pada kebaikan.”

“Anak muda, jika kamu mengira berpacaran itu adalah jalan menuju pernikahan, maka engkau telah tertipu oleh nafsumu. Engkau telah termakan bujuk rayu setan durjana. Apakah engkau mau memetik buah dari pohon sebelum waktunya? Apakah engkau mau membeli barang yang telah usang dan pernah dipakai orang?”

“Anak muda, janganlah engkau mengira, pacaran yang Ustadz maksud bertemu dan jalan berdua-duan semata, tapi jagalah matamu, pendengaranmu, hatimu dan pikiranmu. Janganlah menjadi pemuda yang lemah. Ingatlah, engkau adalah pemimpin, jangan biarkan hawa nafsu yang memimpinmu.”

“Jika suatu saat nanti, dorongan untuk menikah begitu kuat dan menyesak di dadamu, engkau merasa telah siap, namun orang tua belum merestui dan ada jalan lain yang menghambat. Ustadz sarankan, bersabarlah, bersabarlah, dan bersabarlah. Sembari terus mencoba dan berdoa tiada henti pada Allah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan ketahuilah, orang-orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang berlipat, dan orang-orang sabar akan memetik mutiara iman yang begitu banyak dalam kesabarannya itu. Dan yakinlah sesungguhnya bersama satu kesulitan ada banyak kemudahan.”

“Anak muda, janganlah engkau tergoda oleh nafsumu, janganlah engkau tertipu dengan bisikan musuhmu, setan durjana. Mungkin Allah tengah mengujimu, dan menyiapkan untukmu hadiah yang indah. Maka selalulah berbaik sangka pada Allah.” Nasehat-nasehat berharga itu begitu mampu menjadi penawar bagi hatinya yang gelisah. Tapi, itu hanya bertahan sebentar, ledakan perasaannya pada wanita itu ternyata lebih dahsyat dan meluap-luap. Pesan-pesan itu hanya bertahan sesaat, lalu ketika desakan perasaan itu kembali merasuki jiwa, ia menjadi begitu rapuh dan lemah.

Sampai pada akhirnya ia menelpon Ustadznya di Indonesia. Ia menceritakan kegelisahan hatinya, keresahan jiwa, dan gejolak rasa yang selalu menyesak di dadanya. Ustadznya berpesan kembali, “Anak muda, Ustadz bisa memahami keadaanmu, barangkali sudah waktunya bagimu untuk menggenapkan setengah agamamu. Ustadz sarankan lakukanlah shalat istikharah, jika engkau menemukan ada tanda-tanda ke arah sana, maka lakukanlah shalat hajat sebanyak-banyaknya, insya Allah, mudah-mudahan dengan cara demikian Allah membuka jalan untukmu. Mintalah pada Allah dengan air mata penuh harap, menangislah sejadi-jadinya di hadapan Allah. Yakinlah, Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.”

Satu tahun kemudian, sesudah kesabaran yang panjang, setelah menyelesaikan hafalan al-Qur`annya, ia pun menggenapkan setengah agamanya di penghujung bulan Juli 2010. Ia sangat bahagia. Kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ia telah menikah dengan wanita dambaannya, seorang wanita surga yang Allah hadirkan ke bumi untuknya. Allah telah memilihkan untuknya seorang pendamping hidup yang mecintai Allah dan dirinya dengan sepenuh jiwa dan raga. Tak sia-sia selama ini ia menjaga dirinya dari tergelincir pada perbuatan yang haram. Ia sampaikan kerinduannya terhadap wanita itu pada Allah setiap malam, ia titipkan penjagaan untuk wanita itu pada Allah setiap saat. Ia hantarkan doa-doa penuh ketulusan untuk kebaikan dan keselamatan wanita itu selama ini. Dan kini, Allah mengizinkannya untuk memetik buah kesabarannya selama ini. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan hamba yang berserah diri pada-Nya.

sumber: mencintaisederhana.com

Keutamaan Sedekah

Sedekah memiliki keutamaan banyak sekali. Beberapa ayat al-Quran, Hadis dan pendapat ulama akan kutipan berikut ini:

  1. Amal Menuju bahagia di akhirat
    Allah Swt, berfirman:
    “Apa yang di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.an-Nahl:96)
  2. Penghapus dosa
    Allah Swt. Berfirman:
    “Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS.al-Ankabut:7) 

    Rasulullah bersaabda:
    “Bersedekahlah kalian meskipun hanya sebiji kurma, sebab sedekah mampu memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan dan memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Ahmad)

  3. Disediakan surga
    Rasulullah bersabda:
    “Barang siapa yang membangun masjid dengan ikhlas karena Allah, maka Allah akan membangun baginya sebuah rumah di surga.” (HR Ibnu Majah)
    Alah Swt. Berfirman:
    “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran:133-134)
  4. Penolak bala’
    Rasulullah bersabda:
    “Bersegeralah untuk bersedekah sebab yang namanya bala’ tidak akan pernah mendahului sedekah.”
    Dalam hadis lain Rasulullah bersabda:
    Mulai pagi harimu dengan sedekah, barang siapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah, ia tidak akan terkena sasaran bala’.”
    Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan bahwa sedekah itu mampu menolak berbagai bencana meskipun pelakunya orang kafir. Ibrahim al-Nakha’I juga berkata, “Sedekah mampu menangkal berbagai macam bencana walaupun pelakunya orang yang zalim.”
  5. Menghindarkan kematian buruk
    Rasulullah saw bersabda, “Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.”
    Imam Ja’far Shadiq berkata, pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah SAW., lalu ia mengucapkan, “Assamu’alaika (kematian atasmu).” Rasulullah Saw menjawab, “Alaika (atasmu).” Lalu para sahabat berkata, “ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian.” Nabi saw bersabda, “Demikian juga jawabanku.”Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar, lalu ia membawa kayu bakar yang banyak.”

    Rasulullah Saw belum meninggalkan tempat itu. Lalu orang yahudi itu lewat lagi (belum mati). Maka, Rasulullah Saw bersabda kepadanya, “letakkan kayu bakarmu.”

    Ternyata, di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Rasulullah saw lalu bersabda, “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan?”

    Ia menjawab, “Aku tidak punya pekerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan kepada orang miskin.”

    Maka, Rasulullah Saw bersabda, “sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.”

  6. Bertambahnya rezeki
    Rasulullah Saw bersabda:
    “Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.”
  7. Bertambah rasa keimanan
    Imam Ja’far Shadiq berkata:
    “Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.”
  8. Penjagaan Allah sepanjang hari
    Imam Ja’far Shadiq berkata:
    “Awali pagi harimu dengan sedekah dan gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.”
  9. Mengubah takdir
    Rasulullah Saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib:
    “wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturrahmi dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).”
  10. Mensucikan jiwa
    Allah berfirman:
    “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Taubah:103)QS. Al baqarah 261:
    Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Masihkah kita ragu???
Masihkah kita pelit???

QS. Al baqarah 268:
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

sumber: yusufmansur.net

Do’a dan Dzikir Sebelum Tidur dan Bangun Tidur

Post by Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia.

Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa

Saungkertas—Sebagai bentuk pencerdasan pemuda muslim terhadap bangsa, APII (Aliansi Pemuda Islam Indonesia) dibawah naungan AQL Islamic Center dalam rangkaian Islamic Book Fair Masjid Raya Pondok Indah, mengadakan kajian yang bertema “Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa” pada hari Senin, 26 Mei 2014 lalu. Acara yang diadakan di ruang utama Masjid Raya Pondok Indah tersebut diisi oleh Presiden APII, Agastya Harjunadhi dan DR. Saiful Bahri.

Untuk tulisan ini saya akan menekankan pada materi dari Mas Agas.

Kajian dimulai pada pukul 21.30 dan dibuka oleh Mas Agas yang menjelaskan tentang Pemuda dan Perubahan. Beliau menjelaskan tentang tantangan yang akan dihadapi oleh pemuda islam di Indonesia dewasa ini.

“Tujuh macam manusia yang akan dinaungi Allah Ta›ala dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Imam yang adil; pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah kepada Allah; seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah juga karena-Nya; seseorang yang dirayu dan diajak (berzina) oleh perempuan yang memiliki kedudukan dan kecantikan (tapi menolak) lalu menjawab: ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’; seseorang yang bersedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya; dan seseorang yang mengingat Allah sendirian lalu menetes air matanya (menangis).”

(HR Bukhari no. 1423 dan Muslim no. 2427).

Indonesia yang notabene merupakan negara makmur dan besar, kini kedaulatannya perlu dipertanyakan. “Bahkan untuk mengurus perijinan penerbangan di Indonesia, mengurusnya harus di Singapura. Kita bahkan tidak berdaulat dengan kedaulatan udara kita sendiri” tambah beliau di dalam penjelasannya yang berkobar-kobar.

Contoh nyata adalah Pulau Natal (Christmas Island) yang seharusnya menjadi teritorial Indonesia, malah menjadi pangkalan militer Amerika.

apii_0

Terlebih lagi, jika di lihat lebih luas lagi dengan peta asia tenggara, terlihat ada 15 titik pangkalan militer Amerika Serikat yang mengitari Indonesia.

apii_1

Terlebih lagi Pentagon memiliki 702 pangkalan di luar negeri di 130 negara. Jumlah itu, belum termasuk 6.000 pangkalan di wilayah AS sendiri

apii_2

Persis sama seperti saat Irak akan digempurmelalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh pangkalan-pangkalan AS sejak titik di Diego Garcia, Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, terus berputar hingga ke Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.

 

Konstalasi politik keamanan kawasan telah berubah signifikan dan ancaman telah muncul mengikuti trend geopolitik yang berjalan. Kebijakan luar negeri Indonesia harus di re-shaping dalam cita-cita kita membangun keseimbangan regional yang merupakan tugas terbesar kita.apii_4

Mas Agas juga mengingatkan kepada pemuda yang datang bahwa dalam dunia politik erat kaitannya dengan konspirasi. Tidak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan, ketika sesuatu terjadi maka itu telah dirancang jauh sebelumnya.

“Jika kamu terus mengulang ulang menyiarkan suatu kebohongan, masyarakat lama lama akan mempercayainya, bahkan kamu sendiri akan ikut mempercayainya” -Joseph Goebbels, ahli propoganda hitler-


“Media adalah entitas paling ampuh di jagad ini. Media memiliki kekuatan menjadikan orang yang bersalah sebagai yang tak berdosa, dan sebaliknya. Disitulah letak kekuatannya, karena media mengendalikan pikiran massa.” - Malcolm X -

Menurut Effendi Ghazali Direktur Institute for Media & Campaign Literacy Universitas Indonesia, ada lima kebohongan media:

  1. Membesar-besarkan atau mengecil-ngecilkan data.
  2. Memberitakan yang tidak pernah ada.
  3. Tidak memberitakan kejadian yang memang terjadi dan seyogyanya jika disajikan mungkin bermanfaat bagi publik.
  4. Membohongi agenda publik dengan sengaja!
  5. Membohongi publik dengan menekankan berkali-kali bahwa mereka, yakni media sebagai institusi maupun orang-orang di belakangnya tidak sedang membohongi anda.

”Hendaklah kalian bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas dirimu, hingga tongkat kepemimpinan itu diserahkan kepada kalian yang memiliki kualitas.”-Hasan Al Banna-

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Ar-Ra’d :11)

 

“pertahankan rumah serta pekarangan kita sekalian” Soedirman (1947);

 

“ketahanan nasional dapat maksimal jika berdasarkan geopolitik” Soekarno (1965);

 

“.. kesatuan daratan, kesatuan lautan dan kesatuan udara ini dipandang sebagai satu keseluruhan yang bulat. Itulah wawasan nusantara” – Soeharto (1967).

 

Tak terbayangkan apa yang akan terjadi di masa datang jika Indonesia tidak segera memperkuat TNI untuk menghadapi “perang” perebutan sumber daya alam dan jalur perdagangan.
(Connie Rakhahundini Bakrie – Pengamat Pertahanan dan Militer dari UI)

 

Di akhir sesi, Mas Agas mengajak para pemuda untuk bersatu dan berkontribusi untuk mempertahankan negara Indonesia dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas diri.

apii_7

Islamic Unity

Natural Consequences of Islamic Global Leadership

battleofyarmuk-600x324

saungkertas-Menghadapi keributan politik dan polemik di dunia islam, membuat saya harus meyakinkan diri sendiri tentang apakah benar ideologi yang saya pegang ini. terlalu banyak kekhawatiran bahwa yang saya pegang hingga saat ini tidak sesuai dengan ridho-Nya. Golongan-golongan yang berpecah dalam islam tidak menjamin kesemuanya mendapat ridho-Nya dan berbalas surga nantinya, apalagi dengan golongan-golongan sekuler dan liberal yang sekarang marak dan menjangkit disetiap lini kehidupan.

Ahlussunnah wal jamaah-adalah golongan islam yang diridhoi oleh Allah SWT. karena pada akhir zaman, islam terpecah menjadi 73 golongan, sedang yang diridhoi hanya 1. Apakah golongan kita masuk ke dalam yang 1 itu?

begitu banyak pertanyaan tentang hal itu, hingga saya menemukan artikel Ustadz Felix Siauw (Hizbut Tahrir) yang menguatkan bahwa harokah yang saya pegang ini adalah Ahlussunnah wal jamaah-Tarbiyah!

FelixSiauw-Banyak pertanyaan yang muncul setelah saya menjelaskan tentang khilafah dan syariah, dan termasuk dari FAQ adalah pertanyaan: “mungkinkah ummat Islam bersatu?!, padahal keadaan mereka tercerai berai seperti sekarang?” dan senada dengan itu pertanyaan yang lain: “Semua partai mengklaim dirinya paling benar, dan persatuan Islam tidak akan terjadi selama partai-partai belum bersatu, lalu kapankah kita akan bersatu?”

Pengertian al-Jama’ah
Sebagai pembahasan awal, saya ingin menyitir firman Allah dalam al-Qur’an yang mensyaratkan agar kaum muslim semuanya bersatu dalam satu wadah dan ikatan, dan melarangnya dengan tegas untuk bercerai berai.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah secara berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai berai (TQS ali-Imraan [3]: 103)

Perintah untuk mengikatkan diri dalam satu ikatan dan wadah juga ditegaskan kembali dalam hadits rasulullah saw. yang sangat terkenal

ألا و إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين و سبعين ملة، و إن هذه الملة ستفترق على ثلاثِ و سبعين :
ثنتان و سبعون في النار ، وواحدة في الجنة، و هي الجماعة

Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah belah menjadi 72 golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi 73 golongan, 72 golongan tempatnya di dalam Neraka dan 1 golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah. (HR. Ahmad)

وَإِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

Sesungguhnya Bani Israil pecah menjadi 72 golongan, dan ummatku akan pecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata “Siapakah itu wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda: Apa yang aku di atasnya dan para sahabatku (HR. Tirmidzi)

Dari kedua hadits inilah muncul istilah ahlussunnah wal jama’ah, yaitu satu-satunya golongan selamat yang akan masuk surga Allah, yaitu orang-orang yang berada dalam 1 ikatan yang dinamakan al-jama’ah dan selalu mengikuti sunnah rasul dan para shahabatnya.

Imam Syatibi, Thabrani dan al-Hafidz Ibnu Hajar, ketika membahas tentang arti al-jama’ah, diantara berbagai makna yang ada menyepakati bahwa makna daripada al-jama’ah secara syar’i adalah jama’atul muslimin apabila mereka menyepakati seorang khalifah (imam), dengan kata lain al-jama’ah adalah kesatuan kaum muslimin dalam satu kepemimpinan (Khilafah – Imamah)

Hal ini juga diperkuat oleh perkataan Umar bin Khattab: “Wahai masyarakat Arab, tidak ada islam kecuali dengan jama’ah, tidak ada jama’ah kecuali dengan kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan ketaatan” (HR. Bukhari)

Perkataan shahabat Umar ini sangat jelas mengindikasikan pentingnya al-jama’ah, dengan menegaskan bahwa ketika al-jama’ah sudah tidak ada, maka Islam juga tidak ada. Dan ini bersesuaian dengan seluruh hadits diatas yang menekankan harusnya kaum muslimin berkumpul untuk menjadi al-jama’ah.
al-Jama’ah: Kewajiban dari Allah

Kewajiban untuk berjama’ah ini tidak akan terwujud sebelum ada suatu kepemimpinan umum pada seluruh kaum muslimin, yaitu dengan Khilafah, dan kepemimpinan ini hukumnya wajib untuk diadakan berdasarkan dalil-dalil berikut:

Barangsiapa yang membaiat seorang imam kemudian memberikan untuknya buah hatinya dan mengulurkan tangannya maka hendaklah ia menaatinya sedapat mungkin (HR. Muslim)

Siapa yang mengangkat tangannya dari ketaatan, maka dia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dengan tanpa alasan padanya. dan siapa yang mati, sedang tidak ada di pundaknya bai’at maka matinya seperti mati jahiliyyah (HR. Muslim)

“Aku perintahkan kepada kamu sekalian lima perkara; sebagaimana Allah telah memerintahkanku dengan lima perkara itu; berjama’ah, mendengar, ta’at, hijrah dan jihad fi sabilillah. Barangsiapa yang keluar dari al-Jama’ah sekedar sejengkal, maka sungguh terlepas ikatan Islam dari lehernya sampai ia kembali bertaubat(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Sampai disini kita dapat simpulkan, bahwa persatuan kaum muslim dalam bentuk al-jama’ah seperti yang diperintahkan Allah adalah wajib, maka adanya kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia, sebagai syarat terjadinya al-jama’ah juga adalah wajib. Mengangkat seorang imam dan membai’atnya untuk dijadikan pemimpin adalah langkah satu-satunya untuk mewujudkan al-jama’ah. Hal ini perlu diperhatikan, karena banyak sekali ancaman Allah pada kaum muslim yang tidak berada dalam al-jama’ah.

Harakatul Islamiyyah (Jama’ah minal Muslimin) adalah Kewajiban

Pertanyaannya sekarang, apakah al-jama’ah ini ada? Jawabannya sudah sangat jelas, bahwa al-jama’ah ini belum ada, kaum muslim terbagi menjadi 58 negara dengan pemimpinnya masing-masing, dan tdak ada kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia.

Berdasarkan kaidah fiqh: Suatu kewajiban yang tidak terlaksana karena kurangnya sesuatu, maka sesuatu yang kurang itu menjadi wajib, al-jama’ah adalah wajib, dan tidak akan ada selama tidak ada yang memperjuangkan kepemimpinan Islam dan mengangkat khalifah (imam)nya maka membentuk suatu kelompok (jama’ah minal muslimin) dalam rangka mengorganisir dakwah Islam untuk mewjudkan al-jama’ah hukumnya juga adalah wajib.

Dan Allah telah menyampaikan dalam al-Qur’an al-Karim

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَر وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan haruslah ada di antara kamu “umat” yang menyeru kepada al-khair (Islam), menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; dan mereka (ummat-ummat) itulah ummat-ummat yang beruntung. (TQS ali-Imraan [3]: 104)

Bila kita teliti, ayat ini menyampaikan bahwa adanya kelompok yang merupakan bagian dari kaum muslim (jama’ah minal muslimin), yang bertugas mendakwahkan Islam, amar ma’ruf dan nahi munkar adalah wajib adanya. Dan dari kata ganti hum ul-muflihuun, kita dapat mengetahui bahwa Allah memperbolehkan adanya kelompok ini lebih dari 1, karena semuanya mendapatkan pujian dan jaminan “keberuntungan” (muflihuun) dari Allah swt.

Adanya kelompok ini ditengah-tengah kaum muslim yang telah berada dalam al-jama’ah sekalipun adalah wajib, apalagi ketika kaum muslimin tidak berada dalam al-jama’ah, maka keberadaan kelompok yang memperjuangkan tegaknya al-jama’ah dengan cara menegakkan kepemimpinan Islam adalah wajib, dan wajib pula bagi kaum muslimin semuanya untuk menggabungkan diri pada salah satu kelompok (jama’ah minal muslimin) ini.

Hukum berjuang dalam salah satu harakatul Islamiyyah (jama’ah minal muslimin)

Namun ada sebagian kaum muslim tidak mau menggabungkan diri kedalam salah satu kelompok-pun dengan berbagai macam alasan, mereka beralasan bahwa bergabung dengan kelompok-kelompok yang sekarang berarti ber-taffaruq (memecah belah) kaum muslim, dan menganggap ketika bergabung dengan gerakan dakwah, malah akan membuat kaum muslim semakin sulit bersatu, bagaimana tindakan seperti ini dalam pandangan Islam?

Hadits yang sering digunakan untuk sebagai dalil dalam perbuatan ini adalah hadits riwayat Hudzaifah al-Yamani, yang menanyakan kepada rasulullah tentang kejelekan di masa depan.

فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ قَالَ نَعَمْ فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَسْتَنُّونَ بِغَيْرِ سُنَّتِي وَيَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ نَعَمْ قَوْمٌ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا تَرَى إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ فَقُلْتُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ عَلَى أَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan ?” Beliau berkata : “Ya”, Aku bertanya : “Dan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?” Beliau menjawab : “Ya, tetapi didalamnya ada dukhan (kesamaran)”. Aku bertanya : “Apa kesamaran itu ?” Beliau menjawab : “Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan memungkirinya” Aku bertanya : “Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?” Beliau menjawab :”Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka” Aku berkata : “Ya Rasulullah, terangkanlah ciri-ciri mereka kepada kami?” Beliau menjawab : “Mereka dari golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita” Aku bertanya : “Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini” Beliau menjawab : “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka” Aku bertanya : “Bagaimana jika tidak imam dan jama’ah kaum muslimin?” Beliau menjawab :”Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya hadits ini merupakan peringatan rasulullah bagi kita untuk senantiasa berada dalam al-jama’ah al-muslimin agar kita bisa selamat dari satu masa dimana ada da’i-da’i berbicara dengan dalil Islam dan berpakaian serta dari golongan Islam yang menyeru pada pintu neraka jahannam. Sayangnya, sebagian kaum muslim tidak mengambil haditsnya secara lengkap sehingga yang dipakai hanyalah “fa’tazil tilka firaqa kullaha” (tinggalkan seluruh kelompok-kelompok itu), padahal yang dimaksud dengan kelompok yang ditinggalkan adalah terbatas hanya pada kelompoknya da’i-da’I yang menyeru kepada pintu neraka jahannam. Dan kalimat “walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu” adalah kalimat yang bisa diartikan dengan hadits lain yang semisal

فَقَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Aku nasehatkan kepada kalian bertaqwa kepada Allah,mendengar,dan taat walaupun kepada seorang budak habasyi, karena siapa yang hidup sesudahku maka dia akan melihat perpecahan yang sangat banyak, maka atas kalian sunnahku dan sunnah para khalifah yang di atas hidayah dan petunjuk, berpegang teguhlah kalian dengannya, gigitlah dengan gigi geraham (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Teranglah bagi kita, bahwa ketika kaum muslim menemui zaman fitnah dengana adanya da’i yang menyeru kepada pintu neraka dan kita tidak menemui al-jama’ah dan khalifahnya, maka seharusnya kita harus tetap berpegang pada sunnah rasul dan shahabatnya, dan tidak mengikuti da’i yang menyeru kepada pintu neraka. Dan hadits diatas tidak menjadi dalil bagi kaum muslim untuk berdiam diri dan tidak bergabung dengan kelompok manapun untuk menegakkan al-jama’ah

Walhasil, bergabung dengan salah satu kelompok (jama’ah minal muslim yang serius dan sungguh-sungguh untuk memperjuangkan tegaknya kepemimpinan dan al-jama’ah hukumnya adalah wajib, karena dengan tidak menggabungkan diri kedalam salah satu kelompok berarti sama saja kita melalaikan kewajiban Allah dan rasul-Nya untuk berada dalam al-jama’ah, sedangkan ancaman-ancaman Allah dan rasul-Nya amat jelas bagi orang-orang yang berada diluar jama’ah dan melalaikan kewajiban ini.

Dan sesungguhnya, kelompok dan harakah Islam yang ada sekarang tidaklah termasuk ber-taffaruq (berpecah belah), karena lafadz taffaruq ini disandarkan pada al-jama’ah (khilafah), jadi adanya ikatan nasionalisme yang mencerai-beraikan satu negara muslim dengan negara muslim lainnya, kesukuan yang memecah-belah ummat muslim, demokrasi yang membuat aturan lain selain sunnah rasul dan petunjuknya dan semua derivat selain Islam, inilah yang disebut dengan taffaruq dan da’i – da’i yang menyeru kepada pintu neraka jahannam.

Sayyid Qutb mengatakan bahwa bagaimana proses kebangkitan islam dimulai sesungguhnya ia memerlukan kepada golongan perintis yang menegakkan kewajiban ini. Sayyid Hawwa juga mengatakan bahwa satu-satunya penyelesaian ialah harus menegakkan jama’ah. Fathi Yakan pun menyampaikan bahwa Rasulullah tidak pernah sama sekali mengandalkan kepada kerja individual (infirodiy) tetapi sejak awal beliau telah menganjurkan penegakkan jama’ah

فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ اْلغَنَمِ اْلقَاصِيَةِ

Sesungguhnya serigala akan memakan kambing yang sendirian (HR. Ahmad, Abu Daud dan an-Nasa’i)

al-Jama’ah: konsekuensi alami Khilafah Islamiyyah

Jadi persatuan Islam secara total dalam bentuk al-jama’ah hanya akan terjadi apabila khilafah tegak adanya kelompok dan harakah dakwah lebih dari satu tidak menghalangi al-jama’ah terbentuk bahkan wajib bagi kaum muslim untuk menggabungkan diri pada kelompok yang memperjuangkan tegaknya al-jama’ah (khilafah)

Ingatlah sesungguhnya rasulullah saw. Telah mengingatkan kita:

لَيَنْقُضَنَّ عُرَى اْلاِسْلاَمِ عُرْوَةً وَكُلَّمَا اِنْقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّتَ النَّاسُ بِالَّتِىْ تَلِيْهَا وَاَوَّلُهُنَّ نَقْضَ الْحُكْمُ وَآخِرُهَا الصَّلاَةُ

Ikatan-ikatan islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat (HR. Ahmad)

Sesungguhnya al-jama’ah (persatuan kaum muslimin) adalah al-jama’atul muslimin yang terjadi sebagai konsekuensi akan adanya khilafah Islamiyyah ketika khilafah tidak wujud, maka ikatan kaum muslim akan terceraikan sesungguhnya khilafah-lah yang akan menjamin ummat Islam bersatu padu!

Khilafah is just a matter of time!

 

(sumber: http://felixsiauw.com/home/islamic-unity-natural-consequences-of-islamic-global-leadership/)

Jangan Pilih Aku

Berikut adalah resume dari penulis tentang Tausiyah Ustadz Herry Nurdi di XL Tempo Hari.

cek5

Lamarlah Ikhwanmu, Ukhti

“Kalau kamu tau ada ikhwan sholeh. Bila perlu langsung lamar dia. Jangan hanya menunggu. Khadijah ra pun melamar Muhammad SAW—dan ia menjadi wanita yang terdepan dalam perjuangan islam. Yang menginfakkan hartanya untuk dakwah islam.”

*loh, bukannya ini disampaikan pas materi terakhir ya?
**iya, sengaja, biar semangat baca kebawahnya. :p

Tentang Presiden

Presiden berawal dari kata Presedence, yang artinya adalah “awal”—yang rendah hati. Dengan demikian, seharusnya presiden sadalah sosok yang rendah hati. Namun sekarang ini tidak ada lagi pemimpin yang rendah hati untuk menjadi sosok presiden sebenarnya.

“Kalau kamu taat pada Allah, maka Allah membuat seluruh makhluk taat kepadamu. Jika kamu tidak taat kepada Allah, maka Allah dapat membuat seluruh makhluk tidak taat kepadamu.”

 

The leader 3.0:

  • 1.0 (provit oriented)
  • 2.0 (posisi)
  • 3. 0 (spiritualism)

Bil Gates mengamaalkan the leaer 3.0.

“Saya tidak akan mewariskan seluruh warisan saya ke anak dan istri saya.”- Bill Gates

Disatu sisi dia mengambil profit yang sangat tinggi di microsoft, tapi disisi lain Bill Gates tidak menyerahkan kekayaan yang ia dapat untuk keluarganya.

“Wallahi, Demi Allah. Seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, agar aku menghentikan dakwah ini, niscaya aku tidak akan menghentikan dakwah ini hingga Allah memenangkannya atau aku binasa.”

Bersyukur

Sesungguhnnya orang-orang yang beriman itu teramat sangat cintanya kepada Allah. Maka yang lainnnya rendah. Yang lain tidak pernah merisaukan hatinya dan tidak pernah membuat hatinya berkelut.

“Saya ingin jadi presiden. Alhamdulillah dikabulkan menjadi presiden teachers working group. Diijabah saat saya berdoa di multazam.

Belum pernah ada doa saya yang tidak dikabulkan oleh Allah. Hidup kita akan selalu meningkat. Tidak akan ada periode hidup Antum turun. Hidup akan selalu meningkat. Bahkan ketika turun, itupun karena antum tidak bersyukur.” - Herry Nurdi-

Alkisah, ada seseorang Imam yang kaya raya, katakanlah beliau bernama Imam Imron. Satu lagi imam yang miskin yang Ustadz Herry lupa akan namanya.

Diceritakan bahwa Imam yang miskin tersebut mempunyai istri. Pada suatu waktu, istrinya ingin mandi di sauna (*di mekah saat itu adalah masa Usmani yang gemar bersauna). Istri beliau ini ingin ke sauna dan tidak punya uang saat itu—Istri ulama besar bahkan tidak punya uang untuk sekedar ke sauna. Akhirnya istri sang imam ini menabung hanya untuk mandi di sauna. Ketika sudah cukup, berangkatlah ia ke tempat sauna. Sesampainya disana, ternyata sauna sudah full book semua. Yang mem-book adalah istri Imam Imron.

Akhirnya si istri marah, mengapa suaminya tidak sekaya Imam Imron.

“Aku ini bukan miskin. Tapi aku tidak mau kaya.”

Lalu untuk membuktikan ini, dia mengajak istrinya ke sumur zam-zam. Dan dia memasukkan timba ke dalam sumur tersebut. Diangkatlah timba itu, dan timba tersebut penuh dengan satu ember penuh emas.

“cukupkah?”
“wallahi, aku mencintaimu jika kau tambah satu ember lagi.”
“cukupkah?” kata Imam tersebut sambil menunjukkan ember yang kedua.
“wallahi, aku mencintaimu jika kau tambah satu ember lagi.”

Hingga tiga timba, “kau pilih ember-ember emas ini atau pilih aku?”

Hingga akhirnya istrinya sadar lalu berdoa,

“aku ridho hidup seperti ini bersamamu, doakan aku agar istiqomah dan qonaah. Suamiku, doakan aku agar kesederhanaanku disini untuk menebus kemewahanku di surga nanti.”

Takut

Alkisah seseorang yang sudah melakukan banyak sekali perbuatan dosa.
Di sisa umurnya, akhirnya dia berwasiat kepada seseorang yang dekat dengannya,

“Bakar tubuhku dan simpan abuku. Ketika sudah musim angin, maka taburkan abuku. Aku takut akan disiksa Allah.”

Hadist qudsi disambung Rasul SAW.

“Karena takutmu kepadaku, maka aku berikan rahmat-Ku untukmu. Masuklah engkau ke surga-Ku.

Ia bermaksiat pada level yang paling tinggi, hingga ia takut mati mendapatkan azab. Hingga takutnya itu membuat dosa-dosanya diampuni. Lalu, ketakutan kita kepada Allah setinggi apa?

Iman kita sudah sepmpurna ketika tiga tungku ini membakarnya

  1. Mahabbah fillaah –cinta kepada Allah
  2. Takut kepada Allah
  3. Berharap kepada Allah

“Sebesar apa ketakutan antum kepada Allah? Sebesar apa harapan antum kepada Allah?”

Godaan

Alkisah, seorang laki-laki masuk ke kamar dan dijebak oleh perempuan. Mirip dengan kisah nabi Yusuf AS.ketika sampai di kamar, beliau digoda untuk berzina. Dia tidak menemukan tempat sembunyi hinga akhirnya beliau masuk ke kamar mandi dan meraup semua tinja ke seluruh tubuhnya. Hingga ia diusir oleh perempuan itu karena jijik dengan laki-laki itu.

Setelah keluar dari rumah, ia dilempari oleh anak kecil dengan batu karena jijik dengan laki-laki itu. Akhir cerita karena hal tersebut ia meninggal. Ketika ia meninggal, kotoran yang ada di tubuhnya sebagai perisai keimanan itulah yang membuat tubuhnya wangi.

Membangun Keluarga Yuk!

Tingkat perceraian di KUA tahun ini meningkat 600%. Kebanyakan karena gugat cerai. Intinya istri yang menggugat cerai, dan suami terpaksa menceraikan. 90% karena suami dan istri merasa tidak bahagia karena materi. Alasan bercerainya adalah yang artifisial—kosmetik semua.

Apa sebetulnya niat membangun keluarga ini? Banyak yang ingin ini itu tapi tidak kunjung memantaskan diri.

Umar RA pernah memerintahkan anaknya, Ibnu Umar bercerai. Karena istrinya terlalu cantik. Karena hal ini, maka Umar ini merasa anaknya ini terlalu mencintai istrinya ketimbang Allah dan Nabi-Nya. Namun setelah beberapa lama kemudian karena diyakinkan oleh anaknya bahwa ia akan mencintai Allah dan Rasulnya juga berjihad di jalan-Nya lebih dari mencintai istrinya, ibnu Umar dirujukkan kembali dengan istrinya.

 

Tentang Fahmi Idris

Alkisah, Fahmi Idris ketika SMP, dia itu membaca “mutiara hidup” karya Buya Hamka. Pada saat itu Fahmi Idris baru SMP kelas 1. Tebalnya 900 halaman. Dan dia diperingatkan oleh perpus di Raden Saleh. Diperingatkan untuk mengembalikan hingga 3x namun perpanjang lagi. Karena ada satu bab tentang tasawuf modern yang belum dia pahami.

Dia dibelikan sepeda oleh ayahnya. Dan dengan sepeda itu dia berusaha solat subuh di masjid Al-Azhar. Karena setiap sholat subuh, Buya Hamka yang mengimami dan memberikan ceramah.

Dia datangi Buya Hamka ketika turun tangga, hiangga dia bertanya kepada Buya Hamka tentang Tasawuf Modern. Buya pun merangkul Fahmi Idris hingga turun tangga. Dan itu berkesan seumur hidupnya Fahmi Idris. Sejak itu, setiap subuh, ia sholat dr Raden Saleh ke Al-Azhar dengan bersepeda.

Buya Hamka menerangkan semua itu dengan luar biasa dan tidak meninggalkan sesuatu yang luas.

 

Sholat Maghrib

Selanjutnya Ustadz Herry menjelaskan pengalamannya sholat mahrib di kebayoran baru. Ada bapak sholat disamping saya. Beliau tidak mau kakinya ditempelkan dengan jamaah yang lain. Sedang sebelahnya berusaha sekenanya untuk menempelkan kakinya—Karena berpatokan dengan hadist, “Meluruskan dan merapatkan saf adalah syarat sahnya sholat.”

Bapak yang di sebelah kanan saya ini saya tempelkan kakinya dengan saya, bapak yang sebelah kiri saya ini tidak.

Jika hanya dengan hadist saja, tanpa adab dan akhlaq, Antum akan berantem dengan banyak orang. Antum akan jadi orang yang kaku.

Jika orang berilmu datang ke Rasul maka akan dijelaskan dengan sejelas-jelasnya. Jika orang belum berilmu, maka dikatakan kepadanya “islam itu mudah.”

Semangat antum belajar masih tinggi kah? Tinggikan! Penuhi. Semua orang yuang berilmu akan ditinggikan derajatnya. Apapun ilmuyang dipelajari. Tuntutan antum tinggi, tapi semangat belajar rendah.

 

Jika dihitung, berapa jam liat handphone. Dan berapa kali liat Al-Qur’an, kira-kira berapa komparasinya?

Jeruk itu ketika mula berbuah warnanya hijau, hingga orange—tandanya matang dan siap dipetik. Semua dunia ini Allah ciptakan dengan seluruh tanda-tanda. Mempelajari fiqih itu sekali seumur hidup. misalnya, hukum tentang Babi dan khamr adalah haram—hal itu dipelajari sekali untuk seumur hidup. Namun belajar mengenal Allah, itu belajar seumur hidup.

Air laut itu asin. Tapi tidak ada terlihat garam di laut. Lalu mengapa tidak terlihat? Karena larut. Kenapa larut? Karena volume air sangat besar dibanding garam (NaCl). Namun jika air tersebut tenang seperti tambak. Maka lambat laun akan mengering menjadi tumpukan garam. Lalu mengapa laut tidak? Kenapa? Karena laut terus bergelombang—bergerak. Bergerak karena angin. Dari atas ada angin, dari bawah ada arus air. Terus berputar. Apa yang menggerakkan angin? Ada musimnya. Sunnatullah. Inilah yang kadang-kadang kita tidak pandai membaca tanda-tanda dari Allah.

Benua yang melintang dengan yang membujur mana yang lebih luas? Yang lebih luas melintang. Kenapa? Karena ada sinar matahari yang mengitarinya. Allah memberikan daerah yang melintang ini untuk menjadi pemasok makanan di seluruh dunia. Mengapa kita tidak mengkajinya?

Tapi teknologi muncul di negara yang membujur. Mereka membuat alat-alat untuk survival. Karena mereka mencoba mengatasi susahnya hidup.

Andai saja kita mewarisi pemahaman seperti Rasulullah SAW dan dilahirkan di tempat yang susah. Yang meski tinggal dalam kawasan gurun pasir, tetap beliau bersabda, “Ajari anakmu berenang!”

Padahal di Madinah tidak ada laut untuk berenang. Kenapa demikian? Karena beliau tau akan kemana islam ini berkembang. Melintas negara dan benua.

“Rasul 13 tahun di mekkkah, tidak pernah beliau libur dan cuti bersama—selalu spartan. Ketika ke Madinah, 10 tahun, Rasul tidak pernah libur di madinah. Rasul sudah memerintahkan jihad ketika disana. Sudah 63 perang, dalam riwayat lain 68 selama itu. Yang intinya beliau 3 bulan sekali berperang. Itu hanya berperang, bagaimana dengan berdakwah, datang ke majelis, menulis surat, dan sebagainya.”
_Herry Nurdi_

 

Memilih

Kaitannya dengan memilih, antum memilih hidup seperti apa?

Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah yang taqwanya paling tinggi. Dia pasti lebih suka melakukan sesuatu daripada mencari alasan.

4S:

  • State fastnest (istiqomah)
    Rasul belum pernah kedapatan mendapatkan beliau tertinggal qiyamul lail. Dan jika tertinggal, beliau bayar dengan sholat dhuna yang panjang
  • Simplicity
    hidup sederhana saja. Tidak banya yang dibawa.
  • Sacrifice
    ringan berkorba
  • Self denied
    penolakan dari dalam hati dariapa-apa yang tidak kita perlukan .

Tentang Diki

Herry Nurdi bercerita tentang muridnya, bernama Diki. Diceritakan bahwa Diki ini dulunya suka bermaksiat, sangat besar maksiatnya hingga sauatu saat dia bertaubat.

Suatu saat dia ingin bikin halaqoh di paramadina. Kebetulan Ustadz Herry Nurdi diminta untuk mengisi dan menyemangati. Setiap fakultas didatangi dan diajak olehnya. Halaqoh pertama 35 orang, halaqoh kedua jadi 20, halaqoh ketiga tinggal 3, halaqoh keempat hanya 1—hanya dia. Yang namanya Diki ini, semangat dan halaqoh sendiri dan dipindahkan ke halaqoh yang lebih besar.

Innalillahi Wainna Ilaihi raji’iun, Diki meninggal dunia pagi ini dalam keadaan seetelah sholat subuh dan tilawah. Masih sangat muda. Dan Allah insyaAllah pasti mengangkat derajat kita. Allah akan mencabut kita dengan kebiasaan-kebiasaan kita. Semoga dalam khusnul khotimah.

 

Abu Dzar Al Ghifari

Abu Dzar Al Ghifari RA ketika pertama kali memeluk islam, dia bertanya kepada Rasul, “Apakah islam ini agama yang benar? Jika aku mati, apakah aku mati syahid.”

Setelah mendengar dari Rasul bahwa Islam adalah agama yang benar dan jika Ia mati dalam menegakkan kebenaran, dia mati dalam keadaan Syahid. Dia mengungumkan kepada khalayak, “saksiskanlah bahwa aku telah berislam” singkat cerita setelah deklarasinya itu, dia dikeroyok dan pingsan, hingga tiga kali siuman. Subhanallah.

Apakah keistiqomahan ini apakah usdah mengikuti sahabat Rasul ataukah belum?

 

Masjumi

Masyumi adalah partai aliansi dari 20 partai islam, saat berkuasanya Masjumi, M. natsir menjadi perdana menteri.

“Sekrang ini bukan saatnya menuai, ini saatnya memperbaiki tanah. 350 tahun tanah ini dirusak oleh belanda. 5 tahun, dipaksa menyembah matarahri. Maka ini saaatnya memperbaiki dan menghalau hama, bukan menuai hasil” – M.Natsir-

Apakah sekarang begitu?. Selalulah merasa kita pada musim tanam, jangan beprikir kita sedang dalam musim menuai. Pilihlah partai, dimana partai itu memiliki manfaat untuk Umat, yang tujuannya ketika dipilih adalah untuk menanam, bukan menuai.

ada tulisan bagus berkaitan dengan Partai Masjumi dan keteladanan M.Natsir, sila disimak: http://aliansipemuda.org/keteladanan-partai-masjumi/

Bersiap Diri

Katakanlah: Ya Tuhan yang memiliki segala kekuasaan.Engkau berikan kekuasaan kepada barang siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari barang siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau muliakan barangsiapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Kuasa.
Engkau masukkan malam kepada siang dan Engkau masukkan siang kepada malam, dan ”Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau memberi rezeki siapa yang Engkau kehendaki dengan tidak berkira

Ali -Imran 26-27

Yang dikehendaki Allah belum tentu orang beriman. Kadang-kadang kekuasaan diberikan ke orang yang tidak beriman, agar pada saat jatuh, jatuhnya sakit. Jika diberikan kekuasaan orang beriman, pasti dia baik.

Umar bin Abdul Aziz, hanya 2.5 tahun memerintah. Namun prestasi pemerintahannya sangat luar baisa hingga tidak ada orang yang mau menerima zakat. Tidak ada korupsi. Tapi apa yang diteebus oleh beliau? Badannya kurus kering. Diakhir usianya, Umar bin Abdul Aziz terserang penyakit TBC dan badannya kurus kering.

Dilain sisi, ImamAbu Hanifah dalam suatu riwayat punya 16 halaqoh dalam sehari.

 

Menjadi Insan Pembelajar

Imam Syafi’i memberikan nasehat kepada kita tentang sikap diri kita kepada Majelis Ilmu. Diantaranya kita membutuhkan:

  • Kecerdasan
  • Semangat
  • Sabar
  • Modal (materi)
  • Ulama yang lurus
  • Waktu

Ilmu itu akan memberikan sedikit jika kita meberikan semua yang kita punya. Maka ada tips dari para Ulama tentang peningkatan ilmu agama kita.

  • Berkumpul dengan orang-orang sholeh
  • Datanglah ke majelis-majelis ilmu..
  • Mendisipiknan diri untuk menjadi orang sholeh

 

*kenapa judulnya “Jangan Memilih Aku”, tapi isinya beragam begini?
**Well, bahkan Al-Baqoroh pun tidak melulu bercerita tentang Sapi Betina, bukan?

semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bisshowab

-srf-