Mungkin kalian bertanya, seperti apa kekecewaan itu, dan inilah yang aku alami dalam 2 hari ini.
- Ketika mendapat rival bisnis yang lebih jago.
- Ketika baru pertama ini dari 5 tahun liqo, bahasannya tentang Wedding Preparation dan menyadari bahwa temen kelompok udah dapet partner ta’aruf, sedangkan aku … *ah, gak usah dilanjutin*
- Ketika di-bully habis-habisan oleh sahabatmu yang barusan nikah didepan publik dan cuman bisa senyam senyum sambil ngemil. *loncat dari gedung*
- Ketika menyadari umur sudah berkurang dan target belum pada achieve, tabungan belum cukup, dan jodoh belum… *ah, sudahlah*
- Ketika doa ayah dan ibu isinya kebanyakan tentang jodoh. *ni ayah udah pengen punya mantu*
- Ketika menerima email end of day nya temen-temen kantor.
- Ketika selusin pizza yang dipesen ternyata gak cukup buat satu lantai dan yang mesen malah gak kebagian, yang shaum2 juga belum pada sempet mbungkus buat ifthar.
- Ketika itu belum cukup, pas udah sampai kosan, cucian belum kering.
- Lalu masuk kamar, buka facebook dan ternyata mendapat kabar bahwa Oki Setiana Dewi sudah dikhitbah oleh seorang pengusaha. *langsung unfollow Oki*
Wkwkwk, tapi tahukah kalian bahwa rahmat Allah jauh lebih besar daripada itu semua. J
Dan tahukah kalian apa harapan itu?
- Dengan rival bisnis yang lebih jago, tak ada plihan lain selain meningkatkan kemampuan diri.
- Tumben banget liqo’nya bahas2 persiapan munakahat, tapi jadi tahu ada program SPN (Sekolah Pra NIkah atau Wedding Preparation Academy) yang ada dan tahu gimana harus mempersiapkannya.
- Yah, setidaknya semoga bully-an2 yang ada jadi pemicu untuk “menyegerakan”. Sudah waktunya menyadari bahwa memang nih diri belom siap. Ibadah masih dikit, maksiat masih banyak, hapalan masih dikit, ilmu agama masih tipis, dan investasi belom ada.
- Setidaknya dari beberapa target yang belum tercapai, ada target yang lain yang sudah tercapai dan alhamdulilah memuaskan.
- Dengan resign-nya teman-teman, insyaAllah membuka kesempatan mereka untuk mendapatkan yang jauh lebih baik.
- Sangat disayangkan memang gak bisa dapet pahala dari yang shaum, tapi insyaAllah udah dinilai amal sedekah.
- Alhamdulillah, meski cucian masih basah, namun masih ada pakaian lain yang masih layak untuk digunakan esok hari.
- Hmm, setidaknya aku punya pikiran untuk jadi pengusaha. #pffff
1 comment
Ira Vaoliya Shafitri
November 22, 2013 at 4:36 am (UTC 0) Link to this comment
Yey, hidup bully-bully.