«

Feb 23

Jangan Menghina, Mari Bersinergi!


nopol

 

“Jangan menghina dan memaksa orang untuk tidak berpolitik, tidak berparlemen.” Kata Ustadz Bachtiar Nasir sore itu.

Kita perlu infiltrator, yaitu orang-orang yang ditempatkan di suatu sistem tertentu yang bukan merupakan sistem islam untuk mengambil alih kendali dari sistem itu. Orang-orang yang berpolitik di parlemen-lah yang akan memberikan kabar dari kalangan parlemen dan menyebarkan kebaikan disana. Mereka juga berfungsi sebagai pengatur kebijakan sehingga sebisa mungkin kebijakan yang dikeluarkan oleh parlemen tidak merugikan islam. Hingga suatu saat nanti di parlemen akan terisi oleh ilmu Islam, seluruh lini nya dikuasai oleh islam, hingga puncaknya terjadi pergantian sistem menjadi sistem Islam yang kaffah.

Disamping itu, harus ada yang tetap lurus berada di jalannya dan tidak masuk ke sistem yang ada selain sistem islam yang menyokong gerakan itu. Disinilah tugas mereka yang tidak mau terlibat dalam politik.

Dengan mengedepankan sinergi dibandingkan dengan perdebatan kelompok, akan membuat pertolongan Allah semakin cepat datang, dan kemenangan islam akan semakin dekat.

“Aku harap agama sampai ke hatinya para politisi. Namun jangan sampai agamawan menjadi politisi.”

Ketika dulu nabi hijrah ke Madinah, ada penyusup dari suku Quraisy di Mekah yang ingin ikut berhijrah bersama beliau menemui Nabi. Namun Nabi menyuruhnya untuk tetap berada di Mekah sana, mengapa demikian? Agar Nabi tetap mendapatkan informasi dari Mekah terhadap perkembangan islam disana. Inilah sebuah strategi yang dibutuhkan untuk kemenangan islam.

Jika saja Nabi menuruti apa kata Umar tentang pembasmian suku Quraisy di Mekah, maka bisa jadi semua suku Quraisy termasuk yang ingin bergabung menjadi muslim disana akan habis dibunuh. Sedangkan, dengan cara Nabi mengutus infiltrasi disana –dimana mereka menyebarkan islam disana, membuat suatu pencapaian besar islam tercapai, yaitu Fathul Mekah, penguasaan Mekah secara menyeluruh.

“Jika anda tidak mengambil kepentingan dalam politik, maka politik yang akan mengambil kepentingan Anda”—Bachtiar Nasir

Yang disebut manhaj method, adalah Qalallah wa Qalarrasulullah. Jadi siapapun yang baca, apapun kelompoknya, terima saja, itu shahih.

Gerakan islam ini mulainya dari ilmu. Ayat pertama kali yang diturunkan untuk memulai semua perubahan di dunia ini adalah “Iqro’!” maka awali sebuah pergerakan dari ilmu. Jadi semakin kuat ilmunya, semakin cepat pergerakannya.

“Tintanya ulama jika ditimbang, lebih berat dari darahnya syuhada tanpa ilmu. Manhaj kita apa? Al-Qur’an, tadabburi, belajar dari ustadz dan pahami.” –Ustadz Bachtiar Nasir

 

“Yang sudah sanggup menjalankan sunnah, bagus, namun tidak perlu menghina yang belum mampu. Bahkan materi tarbiyah juga perlu di update, materi di tabligh perlu ditambahkan hadist, FPI pun perlu menimba ilmu juga, bahkan juga selevel Majelis Mujahidin. Hingga sebenarnya yang harus dibentuk adalah kembali kepada “Al ulama wa rodhatul anbiya”.

 

-srf-

@saungkertas


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">