satu persatu dari mereka mengajakku pulang ke tempat dimana aku dapat merebah kepala dan merendam luka koridor sudah gelap, dan aku masih disini hingga waktu tidur menyeretku paksa untuk kembali secangkir kopi menemaniku malam ini, juga malam-malam sebelum ini, seraya menyibukkan diri dengan apa yang aku buat sendiri, menggelitikkan jari di layar hitam putih sayangnya, …
Recent Comments