Tulisan yang Bernyawa
By Ifa Avianty
(penulis lebih dari 60 buku, Kontributor aktif di Majalah Ummi dan Aninda, anggota FLP)
Penulisan kreatif mencakup banyak hal. Bagaimana mebuat tulisan itu hidup. Mungkin kita sering membaca novel fiksi yang mbosenin. Kenapa kira-kira? Karena tulisannya ternyata tidak hidup.
Bagaimana membuat tulisan itu hidup?
Pernah kita baca tokoh yang langsung nyangkut pada suatu cerita dan mungkin tokoh itu mirip dengan kita atau dengan teman-teman kita. Itulah yang dimaksud dengan tulisan itu hidup.
Saya tidak memperbolehkan diri saya mempublish naskah, bila cerita itu belum hidup. Dan pantang bagi saya menerbitkan buku, jika buku itu belum dijiwai oleh penulisnya.
Ketika Anda menulis, jiwai dulu tulisan anda.
Anda tidak boleh nulis, jiika Anda hanya menindahan aksara ke aksara.
Masukan naskah itu ke dalam diri anda dan larutkan itu dalam pembuluh darah anda.
Lalu bagaimana membuat tulisan itu hidup?
- Tulis yang anda suka
- Tulis yang anda bisa dan kuasai.
Tulisan yang bernyawa itu memiliki:
- Karakter yang kuat
Karakternya harus terbaca, jahat atau baik. Harus jelas dan tegas penokohannya.
- Alur yang playful
Alur adalah turun naiknya cerita. Di dalam alur, ada konfilk, ada perpaduan dialog, ada deskripsi. Jangan sampai alur ini datar dan tidak menarik. Alur ini penuh permainan, sehingga jika datar, maka akan membosankan.
Selayaknay diberikan letupan-letupan yang dapat membuat pembaca itu penasaran. Kalau Anda tidak dapat membuat satu bab menarik, maka akan dibuang oleh editornya secara langsung.
- Konflik yang kejutannya spreading
Konflik harus disebar di sepanjang cerita. Tidak hanya ada di bab-bab awal, sehingga tidak ada kelanjutan konflik di bab selanjutnya. Tidak boleh juga hanya ada konflik terus dan tidak boleh tidak ada konflik.
- Pemilihan diksi yang bernas
Tidak perlu banyak hamburan kata-kata. Pembaca akan bosan jika dari depan hingga belakang cerita diisi dengan penuh diksi dan puisi. Usahaka tidak ada kata yang sia-sia dalam penulisannya.
- Background yang showing
Background itu menunjukkan, bukan mengatakan. Showing itu menceritakan dari bahasa yang visual. Menganalogikan karakter dengan visualisasi.


