Mengendalikan Marah Terhadap Anak


Berikut adalah kiat-kiat untuk mengendalikan marah terhadap anak oleh Ustadz bendri jaisyurrahman

 

  1. Hal yg mesti menjadi fokus orangtua adalah bagaimana melatih diri untuk bisa mengasuh anak tanpa marah
  2. Tak marah bukan berarti membiarkan perilaku negatif anak. Orangtua harus tegas untuk meluruskan anak jika menyimpang
  3. Rasulullah mengatakan “jangan marah” dan menjanjikan surga bagi yg bisa melakukannya tersebab perilaku marah tak pantas dibiasakan
  4. Marah yg diselimuti ekspresi menyeramkan serta kasar, alih-alih membuat anak berubah, justru malah trauma yg dirasakan anak. Anak pun terluka
  5. Anak pun belajar untuk meluapkan marah dari cara kita mengekspresikannya. Sehingga kemarahan itu adalah emosi negatif yang menular
  6. Marah juga mematikan daya berpikir anak. Sebab, menstimulasi batang otak anak. Alhasil anak berperilaku dengan batang otak tanpa berpikir
  7. Anak yg berperilaku dengan batang otak atau otak reptil, maka bertindak secara reflek saat tertekan : melawan atau kabur. Ini buah dari marah yang tak tepat
  8. Lantas bagaimana jika anak melakukan kesalahan? Apakah dibiarkan? Tentu tidak. Kita harus tegas, tapi tak perlu marah-marah
  9. Tegas bermakna mengikat anak kepada aturan. Maka perlu aturan yang jelas dan tersampaikan kepada anak. Agar kita tidak perlu marah
  10. Mulailah dengan ingatkan anak kepada aturan yg sudah dibuat secara tegas. Agar kita tak perlu marah yang jelas-jelas merugikan kita termasuk anak-anak
  11. Kalau boleh jujur, kadang ortu mencampuradukkan masalah di luar saat menangani anak yang berperilaku salah. Marah pun tak terbendung
  12. Padahal bisa jadi kesalahan anak tak seberapa, namun ‘sampah’ emosi yang kita bawa dari luar tertumpah di hadapan anak
  13. Maka sadari diri sebelum marah, apakah kita yang bermasalah ataukah anak yg jadi penyebabnya?
  14. Pengakuan jujur bahwa emosi kita sebenarnya sudah kotor sejak awal sebelum bertemu anak, menunjukkan sayang kita, tak ingin lukai anak
  15. Maka menghindarlah dari anak untuk sementara atau minta pasangan kita ambil alih penanganan kepada anak
  16. Redakan marah yang mau tertumpah dengan cara segera berwudhu, berpindah tempat dan menghirup udara yang segar
  17. Pandangi foto anak kita saat bayi dan katakan : ‘Tegakah dirimu menyakiti bayi ini yang kehadirannya kamu nantikan hingga berbulan-bulan?
  18. Jika sudah nyaman dan emosi positif tumbuh, segera datangi anak dan katakan perasaan kita. Contoh : ayah kecewa, bunda kesal, dan lain lain
  19. Sebutkan perilaku anak yang membuat kita kecewa dan kesal agar tak melabelling anak sebagai pelaku yg selalu salah. Anak merasa dihargai
  20. Ingatkan anak dengan lembut namun tegas akan aturan yg sudah dibuat. Tak perlu marah. Agar anak menyadari kesalahannya
  21. Boleh berikan konsekuensi atas perilaku anak yang salah agar anak berpikir. Konsekuensi terbaik adalah menunda kesenangannya
  22. Lihatlah bagaimana cara Allah memberikan konsekuensi kepada Nabi Adam atas pelanggaran yg dilakukannya utk tidak dekati pohon terlarang
  23. Allah ingatkan Adam akan aturannya. Dan saat Adam melanggar maka Allah berikan konsekuensi dengan diambil kesenangannya yakni surga
  24. Maka adam pun menyadari kesalahannya dgn ucapkan doa “rabbana zholamna anfusana”. Ini adalah pengakuan akan salah
  25. Kisah lengkap ada di Alquran (7:11-25). Hendaknya, begitulah cara kita mengelola marah kepada anak agar yang muncul adalah perbaikan jiwa
  26. Marah hanya memuaskan syahwat liar kita. Tak peduli dampaknya. Namun tegas, yang kita inginkan perbaikan perilaku anak. Amat beda
  27. Semoga kita bisa belajar kendalikan marah kita namun tetap tegas akan perilaku anak yg menyimpang. Mohon maaf jika kurang berkenan (bendri jaisyurrahman)

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">