«

»

Aug 08

Kajian Ust Bachtiar Nasir

Assalamu’alaykum wr wb

Hari ini, tanggal 20120808 di GrhaXL, kajian dhuhur spesial ramadhan dengan Ustadz Bachtiar Nasir. Namanya sangat familiar karena emang udha jadi ustadz kondang.

Tema yang beliau bawakan adalah Perjumpaan dengan Allah.

isinya berbobot, isinya full tentang ruhiyah, tentang hati.

Beliau berceramah tentang bagaimana caranya untuk bertemu dengan Allah? Ketika kita puasa, ada 2 kebahagian yang diberikan Allah kepada umat muslim, yaitu kebahagiaan saat berbuka, dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-nya.

Bagaimana cara agar kita bertemu dengan Rabb kita? Sudahkah kita berucap, “Terimakasih Ya Allah, makanan yang siang Engkau haramkan, kini kembali Engkau halalkan, Ya Allah” atau “Terimakasih Ya Allah, engkau telah kuatkan hamba untuk menyelesaikan ibadah hari ini.”
pernahkah kita berbuka dengan mengucap syukur atas ibadah yang kita lakukan ataukah kita hanya berbuka atas makanan yang kita makan pada saat berbuka?

Sudah adakah Allah dan rasul-Nya menjadi cinta pertama kita? Dikatakan oleh Ustadz Bachtiar Nasir, ketika Allah dan rasul-Nya menjadi cinta pertama di hati insan, maka happiness nya dia adalah bertemu dengan Tuhannya. Kebahagiaannya bukan lagi karena materi, namun karena dapat melaksanakan ibadah kepada Tuhannya.

Ketika orang bekerja ke kantor (misalnya XL, ehm…) untuk apa dia ke kantor?

  • orang dengan kehidupan hedonis, akan bekerja demi materi yang ia dapatkan, demi jabatan yang ia dapatkan, dan demi keuntungan-keuntungan yang tidak ada hubungannya dengan ibadah.
  • Orang yang cinta pertamanya adalah Allah dan Rabbnya, maka dia berjumpa dan berpisah karena Allah. Dia bekerja karena disana dia bisa beribadah kepada Rabb-nya, dia bekerja karena disana dia bisa memberi manfaat.

Berat ya? tidak ada yang bilang ini mudah karena memang ini masalah hati dan semuanya juga dipengaruhi lingkungan. Idealisme beribadah pun juga bisa tercemari karena kehidupan yang hedonis, materialistis, dan kapitalis.

Semoga kita termasuk orang yang dikuatkan hatinya oleh Allah, yang menjadikan Allah dan rasulnya sebagai cinta pertama kita dan menganggap “aku” dalam diri kita bukanlah yang utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>