Menentramkan Hati


Pernah pasti kita dalam kehidupan keseharian dan rutinitas sehari-hari mengalami hal-hal yang menghimpit. Pekerjaan tiada habisnya. Yang sudah dikerjakan tidak selesai dengan baik. Masalah bermunculan. Pikiran berkecamuk tidak karuan. Hubungan dengan orang lain menjadi tidak baik. Waktu terasa sempit. Kebutuhan yang makin banyak. Rizki yang tidak mencukupi. Dan keinginan-keinginan yang belum juga terwujud.

Kedamaian hidup menjadi hilang. Rasa untuk beribadah menjadi berkurang. Pun terkadang malah keresahan itu dialihkan dengan rekreasi pikiran yang ternyata tidak juga menenangkan hati. Kesenangan yang didapatkan tidak menjadi suatu kelegaan di hati dan tidak menjadi penenang di kehidupan, dan juga tidak memudahkan masalah yang terjadi di keseharian.

Hal tersebut terjadi karena kita kurang berdzikir kepada Allah. Dzikir tidak hanya sekedar dengan lisan, namun juga dengan pikiran-mengingatNya di segala situasi.

Siapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga ia tidak mengingat Allah (tidak berdzikir) maka Allah SWT akan menanamkan 4 penyakit:
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya
3. Kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi
4. Khayalan yang tidak berujung”
(HR Muslim)

 

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram
(QS. Ar-Ra’du:28)

 

Aku menurut dugaan Hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersama hamba apabila ia mengingat Aku. Jika ia mengingat Aku pada dirinya, Niscaya Aku mengingatnya pula pada Diri-Ku.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">