by: Ustadz Salim A Fillah
Kajian Malam Ahad -Public Speaking - by @MyNightRiska.
Dalam kajian ini seharusnya bertema tentang public speaker, namun yang dikaitkan dengan Ustadz Salim kali ini adalah pentingnya public speaker ini dalam dakwah,dalam menyampaikan kebaikan kepada ummat. Mari disimak.
Diantara dua hal yang penting di dalam kehidupan adalah berdiri tegak untuk menujnjukan sikap dan bicara untuk menunukkan kebenaran.
Pemuda Kahfi
Pemuda Kahfi
Di Al-Qur’an diceritakan tentang pemuda Kahfi. “Mereka itu adalah para pemuda yang beriman kepada Rabbnya, maka Kami tambahkan kepada mereka petunjuk dan Kami himpunkan hati mereka.”
- Mereka adalah anak-anak muda yang beriman kepada Rabb mereka
- Dan Allah tambahkan untuk mereka bimbingan untuk menghadapi kehidupan.
- Allah himpunkan hati merekea dalam satu kesatuan.
- Mereka menyampaikan kebenaran dan kebaikan.
Kita selayaknya menjadi pemuda yang berimana kepada Allah.
Kita harus mempunyai iman yang kuat. Karena dengan iman itulah kita memohon kepada Allah agar kemudian Dia memberikan kepada kita anugerah, petunjuk, dan bimbingan berupa kemampuan untuk tegak berdiri dan menyampaikan keberanan. Iman itu landasan kesemuanya dan harus senantiasa diperbaiki dengan taddabbur kita atas ayat-ayat Al-Qur’an.
Di dalam dunia yang remang-remang itu, kebaikan dan keburukan tersamar-samar. Sesuatu yang terpuji atau tercela kadang-kadang hanya diikat oleh konteks apa yang dibicarakan. Kita harus memohon kepada Allah agar diberikan bimbingan. Supaya hati kita diberikan “Furqan” untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. “Huudan”—petunjuk untuk mampu menjauhi kebatilan dan menjalani kebaikan.
Sebelum kamu berdiri dan bersikap, Kami ikatkan hati mereka dan kami himpunkan mereka dalam satu himpunan.
Sudah selayaknya kita memiliki satu komunitas yang Allah himpunkan kebaikan atas kita. Yang saling nasehat-menasehati dan saling mengintakna ketika salah satu dari kita dalam titik-titik kritis.
Yang terbaik
Kita harus menyeleksi apa yang kita dengar dan memilih mana yang terbaik dari yang kita dengar.
Tulis hal terbaik yang kau dengar
Hafalkan yang terbaik dari yang kau tuilis
Bicarakanlah dari hal terbaik dari yang kau hafal itu.
Ikatan hati adalah hal tepenting
Betapa banyak orang yang mendapati kemasykuran, namun tidak dapat mencontohkan yang haq. Hanya karena ia tidak punya lingkungan yang baik yang saling menasehati yang haq.
Tidak ada pembicaraan yang lebih penting daripada mengingatkan manusia bahwa Rabb kita adalah pemilik kita, juga tentang hakikat hidup, dan tujuan hidup.
Yang selayaknya kita lakukan sebagai pemuda
- Memupuk iman
- Meminta petunjuk
- Mendapatkan sebuah lingkungan yang kita terikat oleh iman yang Allah himpunkan atas ketaatan.
- Tetap tegak berdiri agar orang tergerak untuk melakukan kebaikan.
Dalam Surah Yasin. Ketika Allah mengutus Rasul Allah. Allah mengisahkan tentang seorang public speaker, seorang yang bersahaja, dan sangat sederhana. Bahkan dalam riwayat, pekerjaannya hanya tukang kayu. Dia bukan ustadz dan tidak berilmu tinggi, dan tidak menguasai khazanah. Dia hanya tau siapa orang yang layak di ikuti. Yang dia tahu dia hanya menyerukan tentang kebaikan.
Bergegas-gegas dia kepada kaumnya dan dia berkata, “Wahai kaumku! ikutilah utusan-utusan (Allah) itu.” –surah Yasin:20
Menurut mufasir, laki-laki tersbut bernama Habib An-Najjar, orang yang tidak terkenal di sisi manusia, tapi terkenal di sisi Allah SWT.
Resiko menyampaikan kebaikan bisa sangat fatal
Hal ini sebaiknya disadari oleh setiap diri kita. Seperti Habib An-Najjar ini yang dianggap berbahaya di kalangan pemimpin jahiliyah saat itu. Maka para pemuka disana menyuruh orang-orang untuk membunuhnya.
Dan para Rasul begitu cemburu akan Habib An-Najjar. Dimana dakwahnya mudah diterima dalam mengajak manusiakepada kebaikan. Hingga Allah menuliskan kisahnya dalam Al-Qur’an.
Mencintai kaumnya seperti mencintai dirinya sendiri
“Aku beriman kepada Rabb kalian dan ikutilah aku.”
Dia mengharapkan kaumnya apa yang dia harapkan untuk dirinya sendiri. Dia menginginkan kaumnya untuk mencintai Allah. Dia takut adzab Allah dan dia takut adzab itu menimpa kaumnya.
“Tidak beriman salah seorang kalian sampai dia mencintai saudaranya, seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ilmu tidak pernah ada habisnya
Orang yang berhenti belajar maka ia sedang memulai kebodohannya. 79 al imron,
Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudaian dia berkata kepada manusia, “jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya.” (Ali Imran 79)
Maka jadilah kalian masyarakat robbani yang ingin mendekat kepada Allah SWT.
“Orang yang mengajar, akan tertuntut untuk selalu belajar terus menerus tanpa henti. Saat kita mengajar, sebenarnya kita sedang belajar.”
-Ustd Salim A Fillah-
Jangan soleh sendirian
Kesadaran dan kebersamaan itu perlu ditumbuhkan. Kita harus memperingatkan orang-orang yang kesalehannya untuk dirinya sendiri. Kita diibaratkan dalam sebuah kapal—kapal besar bernama Indonesia.
Jika ada pihak yang melubangi kapal, dan itu adalah orang lain, yang celaka adalah kita semua yang berada di atas kapal tersebut
Manusia dalam kaitan ini dibagi menjadi tiga golongan
- Manusia yang bermaksiat
- Manusia soleh yang mengingatkan manusia yang lainnya
- Manusia yang sholeh, namun tidak mau menasehati. Malah cenderung memperingatkan kepada orang yang mengingatkan pada kebaikan. “Jika Allah mau, Allah akan memberikan keputusan.”
“Mereka tau kebenaran, tapi tidak mau menyampaikan. Maka tunggulah mereka dibinasakan bersama dengan kaum-kaum yang berkhianat”

