terlalu banyak drama selama ini
dimana diri masih bergelantungan dengan awan dan angan
sementara yang lain telah mewujudkan
merajut untaian kata yang tajam di tepian jantung
membuatnya tersayat perlahan setiap kali berdetak
kemudian meneteskan cerita seluas lautan dalam tiap - tiap rintik hujan
terasa menyakitkan melihatnya ketika terhempas ke tanah
merindunya seperti merindu momen kabut sebelum mentari terbit
dinginnya ingin membuatmu tetap berselimut
tetap terdekap hangat dimana buliran air membasahi pelipismu
tentram dalam dirimu dalam nyenyak tidurmu
sampai diri harus siuman dari mimpi ini
layaknya menarik garis dari persamaan variabel yang saling berkebalikan
yang tidak akan bertemu meski seberapa dekat limitnya
seberapa banyak nilai dan kombinasi yang diusahakan
tak akan kau dapati titik temu dari kedua ujungnya
menghibur diri dengan menyalahkan keadaan bukan hal yang arif
menyalahkan diri karena tak cukup mampu juga terlalu naif
tapi tawakkal ini menjadi peran terakhir yang harusnya berada di awal
sehingga ikhlas lah jawabannya ketika semua daya upaya terasa begitu masuk akal
-srf-
