Sholat belum tentu diterima Allah

Perihal sholat, menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk melaksanakannya. Terlebih lagi bagi laki-laki baligh, lebih utama baginya untuk hadir sholat jamaah di awal waktu. Terlepas sholat menjadi rutinitas belaka atau wujud syukur kita kepada Allah SWT, ternyata tidak semua sholat yang kita lakukan akan dianggap sebagai amalan di yaumil akhir. Padahal seperti yang kita tahu, amalan yang pertama kali dihisab adalah sholat.

sholat

Rasulullah S.A.W. telah bersabda :

“Barang siapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim).

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa  ada 10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, berikut diantaranya:

  1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
  2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
  3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
  4. Orang lelaki yang melarikan diri.
  5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).
  6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
  7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung (menutup aurat).
  8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
  9. Orang-orang yang suka makan riba.
  10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.
    Sabda Rasulullah S.A.W : “Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah.”
    Hassan r.a berkata : “Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat.Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”

 

Masih, ini menjadi muhasabah bagi kita. Dimana masih banyak kemaksiatan kita yang terus saja dilakukan namun dengan amalan sholat kita, tidak menjadikan kita malu untuk melakukannya. Astaghfirullah.

Semoga Allah menjaga kita dari perbuatan keji dan mungkar.

aamiin allahumma aamiin.

 

sumber: yusuf mansur page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.