Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa


Saungkertas—Sebagai bentuk pencerdasan pemuda muslim terhadap bangsa, APII (Aliansi Pemuda Islam Indonesia) dibawah naungan AQL Islamic Center dalam rangkaian Islamic Book Fair Masjid Raya Pondok Indah, mengadakan kajian yang bertema “Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa” pada hari Senin, 26 Mei 2014 lalu. Acara yang diadakan di ruang utama Masjid Raya Pondok Indah tersebut diisi oleh Presiden APII, Agastya Harjunadhi dan DR. Saiful Bahri.

Untuk tulisan ini saya akan menekankan pada materi dari Mas Agas.

Kajian dimulai pada pukul 21.30 dan dibuka oleh Mas Agas yang menjelaskan tentang Pemuda dan Perubahan. Beliau menjelaskan tentang tantangan yang akan dihadapi oleh pemuda islam di Indonesia dewasa ini.

“Tujuh macam manusia yang akan dinaungi Allah Ta›ala dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Imam yang adil; pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah kepada Allah; seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah juga karena-Nya; seseorang yang dirayu dan diajak (berzina) oleh perempuan yang memiliki kedudukan dan kecantikan (tapi menolak) lalu menjawab: ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’; seseorang yang bersedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya; dan seseorang yang mengingat Allah sendirian lalu menetes air matanya (menangis).”

(HR Bukhari no. 1423 dan Muslim no. 2427).

Indonesia yang notabene merupakan negara makmur dan besar, kini kedaulatannya perlu dipertanyakan. “Bahkan untuk mengurus perijinan penerbangan di Indonesia, mengurusnya harus di Singapura. Kita bahkan tidak berdaulat dengan kedaulatan udara kita sendiri” tambah beliau di dalam penjelasannya yang berkobar-kobar.

Contoh nyata adalah Pulau Natal (Christmas Island) yang seharusnya menjadi teritorial Indonesia, malah menjadi pangkalan militer Amerika.

apii_0

Terlebih lagi, jika di lihat lebih luas lagi dengan peta asia tenggara, terlihat ada 15 titik pangkalan militer Amerika Serikat yang mengitari Indonesia.

apii_1

Terlebih lagi Pentagon memiliki 702 pangkalan di luar negeri di 130 negara. Jumlah itu, belum termasuk 6.000 pangkalan di wilayah AS sendiri

apii_2

Persis sama seperti saat Irak akan digempurmelalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh  pangkalan-pangkalan AS sejak titik di Diego Garcia, Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, terus berputar hingga ke Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.

 

Konstalasi politik keamanan kawasan telah berubah signifikan dan ancaman telah muncul mengikuti trend geopolitik yang berjalan. Kebijakan luar negeri Indonesia harus di re-shaping dalam cita-cita kita membangun keseimbangan regional yang merupakan tugas terbesar kita.apii_4

Mas Agas juga mengingatkan kepada pemuda yang datang bahwa dalam dunia politik erat kaitannya dengan konspirasi. Tidak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan, ketika sesuatu terjadi maka itu telah dirancang jauh sebelumnya.

 “Jika kamu terus mengulang ulang menyiarkan suatu kebohongan, masyarakat lama lama akan mempercayainya, bahkan kamu sendiri akan ikut mempercayainya” -Joseph Goebbels, ahli propoganda hitler-


“Media adalah entitas paling ampuh di jagad ini. Media memiliki kekuatan menjadikan orang yang bersalah sebagai yang tak berdosa, dan sebaliknya. Disitulah letak kekuatannya, karena media mengendalikan pikiran massa.” – Malcolm X -

Menurut Effendi Ghazali Direktur Institute for Media & Campaign Literacy Universitas Indonesia, ada lima kebohongan media:

  1. Membesar-besarkan atau mengecil-ngecilkan data.
  2. Memberitakan yang tidak pernah ada.
  3. Tidak memberitakan kejadian yang memang terjadi dan seyogyanya jika disajikan mungkin bermanfaat bagi publik.
  4. Membohongi agenda publik dengan sengaja!
  5. Membohongi publik dengan menekankan berkali-kali bahwa mereka, yakni media sebagai institusi maupun orang-orang di belakangnya tidak sedang membohongi anda.

”Hendaklah kalian bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas dirimu, hingga tongkat kepemimpinan itu diserahkan kepada kalian yang memiliki kualitas.”-Hasan Al Banna-

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Ar-Ra’d :11)

 

“pertahankan rumah serta pekarangan kita sekalian” Soedirman (1947);

 

“ketahanan nasional dapat maksimal jika berdasarkan geopolitik” Soekarno (1965);

 

“.. kesatuan daratan, kesatuan lautan dan kesatuan udara ini dipandang sebagai satu keseluruhan yang bulat. Itulah wawasan nusantara” – Soeharto (1967).

 

Tak terbayangkan apa yang akan terjadi di masa datang jika Indonesia tidak segera memperkuat TNI untuk menghadapi “perang” perebutan sumber daya alam dan jalur perdagangan.
(Connie Rakhahundini  Bakrie – Pengamat Pertahanan dan Militer dari UI)

 

Di akhir sesi, Mas Agas mengajak para pemuda untuk bersatu dan berkontribusi untuk mempertahankan negara Indonesia dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas diri.

apii_7


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">