Membangun Keluarga Impianku


Impianku

Aku memiliki mimpi atas keluarga yang nanti akan kubangun. Tentang pendidikannya, dan tentang lingkungan yang menaunginya.

Adalah Muara Enim—dimana aku tercetus kesadaran dalam berpandangan membangun lingkungan keluarga.

Pernah suatu kali aku ke Muara Enim, Sumatera Selatan. Kali itu aku sedang mendapat proyek dari suatu BUMN yang bergerak di penambangan batu bara di daerah sana—PTBA (PT Bukit Asam). Aku berangkat dari jakarta dan sampai di palembang. Dijemput oleh driver PTBA yang membawaku ke Muara Enim. Waktu tempuh ke Muara Enim dari Palembang sekitar 7 jam.

 

Muara Enim

Muara Enim seperti satu kota yang difasilitasi oleh BUMN tersebut. Hampir tiap rumah terdapat stiker PTBA, termasuk juga ruko dan toko-toko disana. Sepertinya modal untuk toko dan koperasinya bersumber dari BUMN tersebut. Simbol BUMN ini bahkan bersanding dengan simbol Muara Enim—seingatku. Seperti kota ini memiliki kerajaan sendiri.

 

Lingkungan PTBA

Ada yang aku ingat betul saat beradi di penginapan PTBA sana. Bagaimana tiap-tiap penginapan memiliki fasilitas yang dapat dikatakan sebagai mewah. Tiga kamar tidur, masing masing memiliki AC, dapur, dan kamar mandi lengkap dengan air panas. Lingkungannya pun indah. Selalu ada petugas kebersihan yang menyapu bersih jalanan depan. Beberapa orang yang aku jumpai begitu ramah. Begitu lengang kondisi disana, tidak seperti jakarta yang penat dan panas. Disini cukup sejuk dan penuh dengan pepohonan. Sinyal? Jangan tanya—cukup jelek. Hehe… but after all, entah kenapa aku ingin memiliki nuansa seperti ini untuk membesarkan keluargaku nanti. Jauh dari penatnya ibu kota, jauh dari pengaruh buruk lingkungan, hanya ada pengaruh dari keluarga dan tetangga yang ramah dan tidak memberikan pengaruh buruk.

 

Membangun Keluarga

Pagi hari setelah aku menyelesaikan setting webserver di kantor PTBA, aku keluar dari kantor dan melihat ada lapangan yang berdekatan dengan TK PTBA. Disana ada banyak anak kecil yang membawa peralatan marching band seingatku. Aku lihat lekat-lekat bagaimana pendidikan anak-anak dari pegawai BUMN ini benar-benar diperhatikan dan difasilitasi secara baik—sangat baik.

Setelah aku cari info, ternyata memang di PTBA ada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK PTBA. Semuanya dalam naungan PTBA. Dengan lingkungan seperti ini, sepertinya merupakan ide bagus jika dapat menyekolahkan anak di TK ini, setidaknya hingga ia berumur 7 tahun. Setelah itu ia dapat disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri atau Pondok Pesantren Modern.

tk-700x300

Mengapa? Karena aku ingin dari umur 0 hingga 7 tahun, anak masih dalam asuhan kami (aku dan istriku). Kami akan membuat madrasah sendiri setelah waktu di TK nya selesai. Dengan lingkungan asri nan ramah ini aku begitu ingin mendidik mereka disini. Memberi anak-anakku bekal yang cukup untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk—sebelum mereka dilepas ke dunia dimana maksiat bersentuhan langsung dengan kehidupan mereka.

Kantor PTBA cukup dekat dengan rumah penduduk. Mungkin hanya 10-15 menit jika ditempuh dengan kecepatan standar. Tidak ada kemacetan. Bahkan berpapasan dengan motor pun bisa jadi jarang. Dengan efisiensi waktu tersebut, jam kerja kantor tidak akan dipengaruhi banyak oleh waktu tempuh terhadap rumah. Sehingga dengan perhitungan demikian, maka waktu pegawai selain waktu kantor bisa dioptimalkan di rumah.

 

Tentang Hiburan

Jangan khawatir dengan hiburan. Disini semua yang kau butuhkan ada. Jika belum ada, kau bisa request agar management PTBA mengadakannya. Mulai dari kolam renang, lapangan futsal, lapangan bola, lapangan tenis, area bowling, lapangan golf, hingga lapangan tembak pun ada.

Dengan segala fasilitas dan kenyamanan tersebut, aku ingin menaruh keluargaku di tempat yang kondusif seperti itu. Jauh dari lingkungan dan media yang buruk. Jangankan diskotik, tempat karaoke dan bioskop saja tak akan kautemui disini. Layanan televisi pun bisa disetting  dengan parental option.

 

Btw, PTBA sepertinya sedang membutuhkan karyawan di bidang IT nih. Hehe,,,,
well, jika memang harus di jawa—bahkan jakarta, aku ingin agar keluargaku benar-benar terjaga dari pengaruh buruk ibukota. Harus ada lingkungan kecil yang membuat ia tumbuh sehat secara fisik dan mental.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">