Sharing Session “Everyone Can Lead” by CEO XL Axiata


3 skill + ultimate truth untuk meraih mimpi.

 everyone-can-lead

 

Apa mimpi kita? To be a leader.

Itu hanya satu skill yang kita miliki. Ada suatu kebenaran yang hakiki yang harus kita capai.

Ada sebuah kisah tentang satu ringgit malaysia bisa mengguncang dunia dengan airlines yang bernama “Air Asia”. Tokoh dibalik kesuksesan itu adalah Tony. Hanya satu ringgit beliau membelinya, meski harus membayar hutang-hutangnya yang ditinggalkan oleh pemilik sebelumnya.

Motonya adalah “It All Starts With a Dream”. Beliau ini adalah perwakilan dari Warner, di Malaysia, perusahaan music. Namun Warner akhirnya dibeli oleh American Online. Sehingga Tony, dipecat karena ada perubahan bisnis dari perusahaannya. Setelah beliau diberikan pesangon, beliau kembali ke Malaysia—kuala lumpur.

Sesaatnya transit di london, pesawatnya delay selama 6 jam sebelum ke kuala lumpur. Karena selama 6 jam itu beliau mondar-mandir di bandara. Hingga ia lihat ada brosur airlines yang murah di Inggris. Dengan 100 euro bisa pulang pergi ke paris. Maskapai itu adalah Ryan Air. Akhirnya dia berpikir, mengapa ongkos maskapai bisa sangat murah. Hingga ia memutuskan untuk meng-cancel penerbangannya ke kuala lumpur. Dia memutuskan untuk tinggal di london dan mempelajari maskapai Ryan Air itu dan ingin membuat yang serupa di asia. Setelah 3 hari mempelajari maskapai tersebut, akhirnya dengan semangat dia membangun airlines. Dikumpulkan teman-temannya dan melaporkan rencananya ke perdana menteri nya, Mahathir Mohammad. Ketika ditanya oleh perdana menterinya tentang kesiapannya, ia mengaku tidak mempunyai maskapai, dan hanya memiliki uang yang jika dikurskan ke rupiah adalah sekitar 1 milyar dan dijumlahkan dengan teman-temannya, didapatkan dana sekitar 4 milyar rupiah. Belum ada perusahaan, belum ada pergerakan apapun, hanya cita-cita. Akhirnya Tony dan kawan-kawannya membeli suatu maskapai yang bernama Air Asia yang saat itu menjelang pailit.

Hingga suatu waktu Tony bertemu pemilik maskapai Air Asia tersebut dan terlibatlah ia dalam suatu pembicaraan,

“Datuk, saya ingin membeli maskapai datuk.”

“Oh, bagus. Berapa kau ingin membeli maskapai saya?”

Malu sebenarnya Tony, yang hanya memiliki uang tidak seberapa untuk membeli maskapai tersebut. Dengan bercanda Tony berkata, “Jika satu ringgit saja ada saya, Datuk.”

“Yasudahlah, beli lah dengan 1 ringgit.” Kata Datuk itu serius.

Ternyata diberikan, karena memang hutangnya banyak. Sejak saat itu, ia bangun maskapai itu pelan-pelan hingga menjadi Air-Asia yang pernah menjadi Top of Asia Airplanes.

Tapi hal itu adalah teori, kenyataannya tidak semudah itu.

Dulu beliau saat SMP seperti demikian. Beliau kuper dan kurang teman saat SD dan SMP. Namun perlahan-lahan beliau belajar untuk belajar untuk menjadi yang lebih baik.

“Kita boleh kuper, minder, dan berada di masa sulit, namun cobalah perlahan-lahan menjadi pribadi yang lebih baik.” –Hasnul Suhaimi

Hingga kelas 6, beliau lebih banyak membaca buku daripada bermain. Sampai suatu saat ibu beliau menyuruh beliau untuk bermain, “Kamu tuh main, jangan belajar aja.”. That was me.

Beliau juara umum terus di SMA, namun ketika masuk Elektro ITB, IPK beliau 2.45. Karena beliau jarang menonton bioskop di SMA, beliau saat kuliah mulai senang untuk menonton bioskop. Ketika mahasiswa yang lain di perpustakaan, beliau di bioskop, hingga tiga kali dalam sehari. Beliau kuliah 6 tahun di ITB Elektro.

Beliau bekerja di instrument engineer di Schlumberger. Lalu melanjutkan karir di Indosat shift malam. Pelan-pelan merangkak 16 tahun dari staff hingga menjadi GM. Suatu saat ketika menjadi GM, beliau disuruh pindah ke Telkomsel, hingga akhirnya beliau jadi Direktur Marketing di Telkomsel selama 2 tahun. Setelah itu menjadi direktur Indosat, hingga akhirnya menjadi Direktur di XL ini. That’s my life.

Begitu panjang perjalanan saya selama 16 tahun. Adakah caranya agar tidak selama itu?

“Bagaimana Caranya agar perjuangan tidak terlalu panjang?”

Mulai dari memahami diri sendiri. Open Our mind. Change from Linear Thinking into Radial Thinking.

Radial thinking tidak hanya berpikir bahwa satu tambah satu sama dengan dua, namun juga berpikir bagaimana caranya mendayagunakan cara lain. Contohnya, jika kita menjual barang Rp900 rupiah dengan harga hanya Rp100, itu adalah rugi dalam Linear Thinking. Namun, hal itu bisa saja menjadi untung ketika kia bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan lain dari itu.

Jangan terpaku hanya pada sesuatu yang baku. Open your mind.

Kembali kepada memahami diri sendiri, kita harus mengetahui tentang apa yang ada di otak kita.

 

otak_1

 

 

Otak kiri adalah linear. Otak kanan fleksibel dan berpengaruh dalam Radial Thinking, yang memiliki kreatifitas, imajinasi, intuisi, dan mimpi.

 

Berikut adalah mapping pekerjaan bergantung dengan bagian otak yang lebih dominan:

hapus_1

 

 

Saya diingatkan bahwa selayaknya berhenti menjadi seorang engineer dan belajar di bidang lain.

Engineer it’s very good, but it’s not enough. Think about it.

Akhirnya saya mengambil MBA sulit sekali dan mendapat beasiswa diluar negeri. Sangat sulit saya belajar, namun karena saya punya tekad, maka saya transform sedikit demi sedikit. Lalu ketika pulang, saya menjadi di bidang Sales. 32 tahun diisi dengan eksak, hingga pemikiran saya diubah ke bagian otak kanan.

hapus_2

So, how to get there?

Beirkut adalah 3 key skills meraih mimpi.

hapus_3

  • Akademis
    Kita mendapatkan dari kurikuler. Kita membutuhkan kuliah. Akademis dibutuhkan untuk kita mulai bekerja. Namun akademis saja tidak cukup dalam berkarir.
  • Enterpreneurship
    Tidak ada pendidikan enterpreneurship, namun perlu dipupuk jiwa bisnis agar bisa melihat sesuatu hal dari perspektif yang berbeda.
  • Leadership:
    Kita bisa mendapatkan leadership dari ekstra kurikuler. Belajarlah dari organisasi-organisasi yang dinaungi.

hapus_4

 

“3 Key Skills” means nothing Without Allah’s Blessings:

 

 

“The Ultimate Truth”

 

 hapus_5

Science/Teknik

  • Social Science/Ekonomi,
  • Marketing, keuangan
  • Membaca
  • Menulis
  • Bahasa Inggris

Entrepreneurship

  • Memahami Kebutuhan Pelanggan
  • Inovasi: Thinking Out of the Box
  • Mengubah ide jadi produk
  • Pemasaran

Leadership

  • Berpikiran Kritis
  • Diskusi/Debat
  • Presentasi
  • Memimpin Rapat
  • Memutuskan

Aplikasi – 8DX (8 Discipline Excellence)

    • Marketing wajib memiliki pengetahuan terhadap:
      • Brand, yang dibentuk oleh Customers Market
      • Product, yang dibentuk oleh Industri
    • Human Relations wajib memiliki pengetahuan terhadap:
      • Teamwork, yang dibentuk oleh Organisasi
      • Motivation, yang dibentuk oleh Culture
    • Finance wajib memiliki pengetahuan terhadap:
      • Investment, yang dibuat berdasarkan Business Plan
      • Profit, yang berpatokan pada revenue
    • Operation wajib memiliki pengetahuan terhadap:
      • System, yang merupakan bagian dari suatu Proses
      • Execution, yang menjadi penentu Quality

hapus_6hapus_7

 

Dengan 8 Discipline Excellence diatas, kita pun dapat mengelompokkan kemampuan diri kita. Pak Hasnul mencontohkan mapping diri beliau sebagai berikut:

 

hapus_8

 

Pak Hasnul memberikan 4 tips bagi kita terkait “Everyone Can be Lead”:

  • Kenali diri sendiri, buka pikiran kita
  • Tanamkan “3 skills” sedari kecil
  • Aplikasikan 8 DX di kantor dan diri pribadi
  • Lengkapi dengan Agama: ilmu dan amal agar mendapat berkah Allah SWT.

 

Akhir kata, jazakumullah khairan katsir kepada panitia dan sesepuh MTXL yang turut membantu keberhasilan acara ini.

 

-srf-

Resume by:  @saungkertas


2 Comments
  1. Pingback: MTXL Leadership Camp 1 – Sebuah Catatan » saungkertas

  2. Pingback: MTXL Leadership Camp 1 – Sebuah Catatan | moslemleaderspeak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">